Malang - Pencairan insentif tahunan bagi guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap di Kabupaten Malang, Jawa Timur, masih didominasi guru.

Bupati Malang Rendra Kresna, di Malang, Minggu, mengatakan, sebagian besar penerima insentif 2011 adalah guru yang jumlahnya sekitar 800 orang.

"Insentif tahunan untuk GTT dan PTT ini rata-rata sebesar Rp500 ribu per orang, dan pencairannya sudah dilakukan beberapa waktu lalu melalui perwakilan dari masing-masing kecamatan," ujarnya.

GTT dan PTT yang mendapatkan insentif tahunan sebesar Rp500 ribu per orang itu sebanyak 1.508 orang dan 800 orang diantaranya adalah guru. Total anggaran yang disiapkan untuk insentif tersebut mencapai Rp754 juta.

Lebih lanjut Rendra mengatakan, insentif tersebut secara rutin diberikan kepada GTT dan PTT setiap menjelang Lebaran. Insentif tersebut sebagai bentuk perhatian Pemkab Malang terhadap GTT-PTT yang selama ini telah bekerja keras, namun gaji yang diterima kecil.

Secara rinci GTT yang menerima insentif tersebut dari jenjang TK Negeri sebanyak 5 orang, SDN sebanyak 437 orang, SMPN mencapai 231 orang, SMAN 88 orang, dan SMKN sebanyak 39 orang.

Sedangkan PTT di lingkungan TK Negeri yang menerima insentif hanya 2 orang, SDN 162 orang, SMPN sebanyak 356 orang, SMAN mencapai 129 orang, dan SMKN sebanyak 59 orang.

Sementara Ketua Forum GTT-PTT Kabupaten Malang Arie Susilo mengaku senang dengan turunnya insentif tahun tersebut, karena dirinya dan GTT maupun PTT lainnya sangat membutuhkannya untuk persiapan Lebaran.

"Kami berharap untuk tahun berikutnya jumlah penerimanya sudah bertambah, sebab saat ini PTT yang sudah mendapatkan SK dari Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) setempat sebanyak 1.195 orang, namun yang mendapatkan insentif hanya sekitar 700-an," katanya.