Lumajang - Kondisi objek wisata Ranu (danau) Pani di Desa Ranu Pani, Kecamata Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, rusak parah karena terjadi sedimentasi atau pendangkalan.

Kepala Divisi Teknik Konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Emy Endah Suwarni, Selasa, mengatakan permukaan Ranu Pani tertutup tanaman dan terjadi pendangkalan akibat erosi yang berkepanjangan.

"Kondisi danau yang berada di kaki Gunung Semeru itu rusak parah, padahal kawasan itu merupakan aset yang bisa dikembangkan sebagai objek wisata alam," tuturnya.

Menurut dia, kawasan Ranu Pani sering dilintasi para pendaki yang hendak melakukan pendakian ke Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl), bahkan lokasi tersebut sering dijadikan tempat perkemahan para pendaki.

"Kami berusaha maksimal dalam melakukan kegiatan dan program restorasi untuk mengembalikan Ranu Pani seperti semula," katanya.

TNBTS, lanjut dia, bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang dan Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA) Jepang sejak tahun 2010 berupaya untuk mengembalikan fungsi danau seperti semula.

"Kami sudah membersihkan tanaman liar jenis salvinia yang tumbuh subur di permukaan danau sebulan lalu, namun kini permukaan Ranu Pani tertutup kembali oleh tanaman liar tersebut," paparnya.

Ia mengatakan, kegiatan pembersihan tanaman liar di Ranu Pani dinilai tidak efektif, sehingga dilakukan program perbaikan lingkungan di sekitar danau dan penanaman pagar hidup di perbatasan danau dengan pemukiman penduduk.

"Pagar hidup ditanam di sekitar danau untuk mengurangi proses sedimentasi dan masuknya sampah ke Ranu Pani," katanya.

Emy berharap kepada semua pihak untuk ikut aktif di dalam melakukan upaya restorasi tersebut, agar ekosistem dan kawasan danau di kaki Gunung Semeru bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Sementara Wakil Bupati Lumajang, As'at Malik menyambut positif terhadap upaya restorasi TNBTS untuk mengembalikan Ranu Pani menjadi danau yang eksotis.

"Kami dukung program restorasi itu. Kalau pemulihan ekosistem Ranu Pani berjalan dengan baik, maka potensi menjadi objek wisata cukup besar untuk menarik wisatawan," tuturnya.