Jakarta - Ketua Umum Partai Kemakmuran Bangsa Nusantara (PKBN) Yenny Wahid masuk dalam jajaran kepengurusan Pucuk Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama periode 2011-2016.

Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin, membenarkan masuknya puteri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu di kepengurusan organisasi yang dipimpinnya.

"Mbak Yenny memang masuk sebagai wakil sekretaris," kata Khofifah.

Menurutnya, mantan Sekretaris Jenderal PKB itu layak menempati salah satu posisi di pengurus harian Muslimat karena sebelumnya telah aktif di PP Fatayat NU.

"Jadi dari sisi kaderisasi, Mbak Yenny sudah pantas masuk Muslimat, kan sudah pernah di Fatayat," kata Manteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BKKBN era pemerintahan Gus Dur ini.

Selain itu, ada pertimbangan lain sehingga Yenny masuk jajaran pengurus harian Muslimat, yaitu posisinya yang merupakan putri Gus Dur dan cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari.

"Jadi ada beberapa pertimbangan sehingga Mbak Yenny dipilih masuk jajaran pengurus harian Muslimat," katanya.

Menurut Khofifah, ia bersama tim formatur sengaja memasukkan sejumlah nama baru dalam susunan pengurus Muslimat untuk penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi pada masa mendatang.

Nama baru lain yang mengisi posisi pengurus harian, antara lain mantan Ketua Umum PP Fatayat NU Sri Mulyati yang menjabat salah satu ketua, dan Ermalena sebagai wakil sekretaris.

Sementara itu, posisi sekretaris umum dijabat oleh Siti Aniroh Slamet Effendi Yusuf, sedangkan Nur Hayati Said Aqil Siroj yang pada periode sebelumnya menjadi bendara umum kini menjadi salah satu ketua.