Surabaya - Pelaku usaha taksi di Surabaya, PT Cipaganti Global Corporindo (Taxi Max) siap mengoperasionalkan 100 unit armada di Bandara Internasional Juanda Surabaya karena dapat mempromosikan citra Indonesia di mata dunia.

"Selain kami, banyak taksi dari perusahaan lain dengan fasilitas sangat baik yang berpotensi masuk ke Juanda dan melayani tamu domestik maupun internasional," kata manajer utama PT Cipaganti Global Corporindo (Taxi Max) Cipaganti Hendra Limas ditemui di kantornya, di Surabaya, Jumat.

Namun, ungkap dia, sampai sekarang mereka belum memiliki izin operasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya. Padahal, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta total perusahaan taksi yang melayani pasar penerbangan di sana mencapai 17 perusahaan.

"Kami juga belum mempunyai izin operasional di sana," ujarnya.

Akan tetapi, ia mengaku, telah menyediakan 100 unit taksi dengan mobil Hyundai H1 untuk dioperasionalkan di sana dengan persiapan nilai investasi sekitar Rp300 miliar-Rp350 miliar.

"Kami belum tahu pasti kendala dikeluarkannya izin tersebut apa. Untuk itu, kami lebih memilih sabar sembari menguatkan pasar di daerah lain seperti perluasan pasar di Yogyakarta dan Bali," katanya.

Belum adanya izin operasional taksi di Juanda, diamini oleh Wakil Ketua Kelompok Kerja Usaha (KKU) Taksi Surabaya, Hendro Hadi Marsono.

"Sampai sekarang, tak ada satupun pengelola taksi yang bisa masuk ke Bandara Juanda," katanya.

Padahal, tambah dia, taksi Cipaganti juga memenuhi persyaratan untuk beroperasional di Bandara Internasional Juanda meskipun ia belum menjadi anggota KKU Taksi Surabaya. Bahkan, lima perusahaan taksi lain yang memiliki layanan baik juga mampu melayani pasar penerbangan di Juanda seperti Blue Bird, Orenz, Silver, Gold, dan Bosowa
"Kecuali Cipaganti, kelima perusahaan taksi tersebut sudah menjadi anggota KKU Taksi Surabaya yang secara total mencapai 14 perusahaan dan berhak masuk ke Juanda," tegasnya.

Sementara itu, lanjut dia, potensi banyaknya taksi di Surabaya yang berhak masuk ke Juanda mencapai 170 unit dari total taksi mencapai 4.200 unit di Kota Pahlawan.

"Mereka memiliki syarat masuk ke Juanda karena standarisasi operasional sebuah taksi adalah melayani penumpang dengan menjalankan argo. Tetapi, sekarang di Juanda banyak taksi tanpa argo melalui Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal)," katanya.