Surabaya - Sebanyak 23.733 guru se-Jawa Timur akan segera menikmati tunjangan profesi pendidikan (TPP) dan 24.620 guru non-TPP se-Jatim juga akan segera menikmati tunjangan fungsional (TF).

"Pencairan TPP dan TF akan dilaksanakan pada pekan depan (5/8) dan para guru akan menerimanya secara rapelan untuk enam bulan," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur M Harun di Surabaya, Jumat.

Saat ini, kata Harun, sebagian besar berkas TPP sudah masuk ke KPPN dan segera dicairkan ke rekening guru dan sebagian lagi sedang diteken pejabat pembuat komitmen untuk dilimpahkan ke KPPN dan akhirnya didistribusikan.

Pada pencairan kali ini, para guru akan mendapatkan rapelan sebanyak enam bulan (Januari-Juni) dengan anggaran yang disiapkan untuk 23.733 guru penerima TPP (lulusan sertifikasi 2006-2010) sebesar Rp283 miliar.

"Kami harapkan proses pencairan TPP bisa tuntas secepat mungkin, sehingga guru bisa memanfaatkan untuk kemajuan pembelajaran," katanya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Disdik Jatim, Nur Srimastutik, mengatakan guru penerima TPP untuk tingkat dasar dan menengah sebenarnya berjumlah 24.066 orang.

"Namun, setelah kelengkapan dan validitas data dievaluasi ulang, ada beberapa nama yang terpaksa dicoret, karena pindah jenjang sekolah, pindah jadi pegawai struktural, jam mengajarnya kurang, dan ada yang kena sanksi, sehingga tidak berhak lagi menerima TPP," katanya.

Ke-23.733 guru itu merupakan guru non-PNS yang pembayarannya melalui mekanisme dana Dekon dengan menggunakan Bank Mandiri, sedangkan para guru PNS langsung ditransfer melalui rekening Bank Jatim ditangani oleh masing-masing Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Untuk anggaran TPP guru tingkat dasar sebesar Rp212.742.631.800, sedangkan untuk guru tingkat menengah disiapkan anggaran sebesar Rp71.814.081.100.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Surabaya, Yusuf Masruh, menuturkan ada 1.054 guru lulusan 2010 yang SK TPP-nya masih belum turun dari pusat yakni 7.498 guru lewat transfer daerah dan 4.464 guru lewat dana dekon.

Tunjangan Fungsional
Untuk 24.620 guru non-TPP se-Jatim akan segera menikmati tunjangan fungsional (TF) pada pekan depan, kata Kepala Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Nur Srimastutik.

"Tiap guru mendapat jatah Rp300.000 per bulan. Untuk pencairan kali ini dilakukan rapel selama enam bulan sekaligus, sehingga setiap guru akan menerima Rp1.800.000. Itu diberikan tanpa ada potongan pajak. Kalau ada potongan silakan lapor," katanya.

Ia mengaku telah menyiapkan anggaran senilai Rp44,316 miliar untuk para guru penerima tunjangan fungsional, namun ada dua kabupaten/kota yang gurunya belum bisa mendapatkan tunjangan fungsional yakni Surabaya dan Lumajang.

"Itu karena kedua daerah itu belum menyetorkan data guru yang berhak mendapatkan tunjangan fungsional. Data guru penerima tunjangan fungsional itu penting untuk bahan usulan ke pusat dan nantinya akan turun berupa SK Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Tanpa itu kita tidak bisa mencairkan tunjangan," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Surabaya, Yusuf Masruh, mengaku pihaknya sudah memasukkan data guru penerima tunjangan fungsional ke Disdik Jatim.

"Sudah masuk kok, nanti kita cek ke Disdik Jatim dulu," kata Yusuf yang juga menjadi Plt Sekretaris Disdik Surabaya itu.