Malang - Empat dari 16 pesawat tempur jenis Super Tucano EMB-314 buatan Brazil direncanakan tiba pada April 2012 untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan Indonesia.

Kepala Skuadron 21 Lanud Abd Saleh Mayor Pnb James Yanes Singal, Rabu, mengatakan, dari total 16 pesawat yang dipesan Angkatan Udara (AU) Indonesia, empat pesawat di antaranya bisa ditunjukkan kepada masyarakat pada peringatan HUT TNI AU 9 April 2012.

"Memang dari awal Kepala Staf Angakatan Udara (KSAU) Marsekal Imam Syufaat berharap pada peringatan HUT TNI AU April 2012 sudah ada empat pesawat yang ikut meramaikan ulang tahun itu," kata Mayor Pnb James saat ditemui di ruang Dinas Operasi Lanud Abdurahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Keberadaan pesawat tempur jenis Super Tucano EMB-314 adalah untuk mengganti pesawat tempur taktis OV-10 FBronco yang saat ini sudah "grounded".

James menjelaskan, kedatangan empat pesawat tersebut diketahui setelah tim dari Mabes TNI-AU yang terdiri atas delapan perwira dan tiga anggota penyedia jasa, datang ke Pabrik Pesawat Terbang Embraer Defense System di Brazil, awal Juli lalu.

Tim dari Mabes TNI-AU bertugas sebagai "Design Review Meeting" (DRM) atau penentuan akhir sebelum pesawat tersebut dirakit. "Dengan kedatangan tim itu, bisa diartikan pesawat itu segera diproduksi untuk memperkuat kekuatan TNI AU," katanya.

Sementara untuk persiapan kedatangan pesawat tersebut, TNI AU menyiapkan 12 pilot untuk mengawaki pesawat latih taktis Super Tucano A-29, dan daftar pilot itu telah diajukan ke Mabes TNI AU guna dilakukan verfikasi kelayakan.

"Beberapa ukuran kelayakan telah disertakan, seperti usia pilot minimal 24 hingga 35 tahun serta merupakan lulusan 1997 hingga 2007, termasuk keahlihan berbahasa Inggris," katanya.

Rencananya pesawat Super Tucano akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat sebab pesawat tersebut memiliki keunggulan "close air support".

Sementara itu, pesawat Super Tucano juga memiliki mesin tunggal buatan Empresa Braziliera de Aeronautica, dan memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Selain itu, pesawat itu tidak hanya sebagai pesawat latih, namun juga memiliki kemampuan untuk misi penghancuran.