Sidoarjo - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, membutuhkan ratusan operator untuk mendukung program kartu tanda penduduk elektronik.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil) Sidoarjo Muslikh Yasin, Rabu, mengatakan, ratusan tenaga operator sangat dibutuhkan untuk pelaksanaan prrogam "E-KTP" yang akan dilakukan serentak pada Agustus 2011.

"Untuk membayar tenaga operator ini dibutuhkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar, yang akan diajukan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2011," katanya.

Ia mengatakan anggaran tersebut sangat dibutuhkan demi lancarnya program E-KTP yang akan dilaksanakan serentak.

"Kalau anggaran ini disetujui pada pertengahan Agustus nanti maka pelaksanaan E-KTP akan dimulai pada akhir Agustus, sambil menunggu pencairan dana pendukungnya," ujarnya.

Selain mengajukan anggaran penunjang dalam APK 2011, Dispenduk Capil juga terus melakukan sosialisasi tentang E-KTP.

Karena bagaimanapun juga, menurut dia, sosialisasi E-KTP sangat penting, dalam upaya mencegah adanya KTP ganda setelah E-KTP dilaksanakan.

"Dalam sosialisasi ini, kami juga mengimbau kepada masyarakat supaya tidak lagi membuat KTP ganda. Selain akan terkena sanksi denda Rp50 juta, yang bersangkutan juga terancam hukuman penjara selama enam tahun," ucapnya, menegaskan.

Menurut dia, model E-KTP nanti ada semacam chip yang terpasang, dan bentuknya seperti kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Di dalamnya, kata dia akan terdapat nama, alamat yang tertulis seperti KTP lama, serta di E-KTP terdapat segudang data, di antaranya sidik jari yang dimiliki pemilik kartu identitas ini.

"Jari utama yang dipakai pada KTP baru adalah jari telunjuk kanan dan kiri. Jempol dan jari lainnya juga terekam," katanya.