Surabaya - Operator telekomunikasi berbasis CDMA, Telkom Flexi, mengincar tambahan pelanggan dari komunitas organisasi kemasyarakat Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Untuk meraih pelanggan dari komunitas Nu ini, Telkom Flexi meluncurkan produk telepon seluler "Flexi Aswaja", kata General Manager Commerce Telkom Flexi Area Jatim, Bali dan Nusa Tenggara, Suparwiyanto, di Surabaya, Selasa.

Dia menjelaskan sebanyak 100.000 unit ponsel Flexi Aswaja siap diluncurkan pada tahap pertama dari total 250.000 unit hingga akhir 2011.

"Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang sudah dilakukan Telkom Flexi dengan PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) di Jakarta beberapa waktu lalu," katanya saat memperkenalkan ponsel Aswaja di kantor PWNU Jatim.

Secara keseluruhan, Telkom Flexi bekerja sama dengan PT Rajawali selaku penyedia "handset" siap memasarkan sebanyak 500.000 unit ponsel Aswaja (Ahlussunnah Wal Jama'ah) di seluruh Indonesia.

"NU merupakan salah satu komunitas muslim terbesar di Indonesia dan Jatim adalah basis utama warga NU dengan jumlah sekitar 14 juta jiwa. Kami melihat prospek bagus dari kerja sama ini," tambah Suparwiyanto.

Menurut ia, segmen komunitas menjadi salah satu tumpuan dari Flexi untuk menggaet tambahan pelanggan, seiring semakin ketatnya persaingan bisnis seluler saat ini.

Selain komunitas muslim seperti NU, Telkom Flexi juga telah menggarap segmen komunitas lain, seperti pelajar dan umat Nasrani.

"Lebih dari 40 persen tambahan pelanggan diperoleh dari kerja sama semacam ini. Oleh karena itu, Flexi sangat serius menggarap segmen komunitas," ujarnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah, mengatakan, di tengah maraknya budaya barat yang masuk ke Indonesia melalui perangkat telekomunikasi, keberadaan ponsel Aswaja bisa menjadi pilihan alternatif yang sesuai kultur masyarakat muslim.

"Kami berharap kerja sama ini menjadi satu solusi untuk menerapkan nilai-nilai ahlussunnah wal jama'ah di bawah naungan Nahdatul Ulama, karena konten yang disiapkan juga Islami," katanya.

Sejumlah konten yang disisipkan pada ponsel berharga Rp399 ribu itu, antara lain kitab kuning, kedai digital NU, ahkamul fuqoha (hukum-hukum agama), ensiklopedi NU, Al Quran, hadist, dan khutbah Jumat.

"Ke depan, konten-konten itu terus diperbarui sesuai kebutuhan dan perkembangan informasi," tambah Mutawakkil.

Guna mendukung program kerja sama ini, lanjut Mutawakkil, pihaknya siap membantu menyosialisasikannya ke lebih dari 7.000 pondok pesantren NU yang tersebar di Jatim.