Malang - Kabupaten Malang hingga kini masih kekurangan sedikitnya 2.800 guru untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), sebab kebutuhan guru di wilayah itu mencapai 10.053 orang, namun baru terpenuhi sekitar 7.253 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwandi, Senin mengatakan, kebutuhan 10.053 guru itu diasumsikan dengan jumlah SD di Kabupaten Malang, Jatim, yang mencapai 1.117 unit dan tersebar di 33 kecamatan.

Suwandi menjelaskan, jika setiap SD butuh 6 guru maka kebutuhan guru mencapai 6.702 orang, ditambah lagi dengan guru agama, olahraga serta penjaga sekolah, jadi total kebutuhannya mencapai 10.053 tenaga.

"Selama ini memang kurang, dan sangat dibutuhkan guru untuk menutupi kekurangan itu, sebab kekurangan selama ini diisi oleh GTT yang digaji dari dana operasional sekolah," ucapnya.

Ia menjelaskan, setiap tahun kuota guru dari jalur rekrutmen CPNS masih berkisar antara 110 hingga 190 kursi.

Padahal, dari seluruh guru PNS yang ada di Kabupaten Malang, setiap tahun yang mengalami pensiun mencapai 400 orang, hal ini mengakibatkan adanya ketimpangan antara guru PNS yang baru masuk dengan guru yang pensiun.

"Saat ini, jumlah guru dengan status PNS di Kabupaten Malang yang ada di SD sekitar 7.253 orang," paparnya.

Sementara total siswa yang ada di Kabupaten Malang mencapai 400 ribu anak."Dengan banyaknya siswa maka kita membutuhkan tenaga pendidik yang sangat besar pula, dan kebutuhan tenaga pendidik merupakan hal yang sangat mendesak untuk dipenuhi," ujarnya.

Suwandi mengaku, Pemkab Malang telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat, baik Kementerian Aparatur Negara maupun Kementerian Pendidikan Nasional terkait persoalan tersebut, dan berharap adanya peningkatan pada rekrutmen PNS guru untuk menutupi kekurangan guru yang setiap tahun muncul.

Terkait kekurangan itu, Penasihat GTT dan PTT Kabupaten Malang, Nurul Yaqin mengaku, agar Pemkab Malang memaksimalkan potensi GTT dan PTT, sebab ada sekitar 7.000 GTT dan PTT yang tenaganya masih terus dipakai meski dengan upah minim.