Surabaya - Sermatukad (P) Rian Risky Putrantio yang juga putra Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksdya TNI Marsetyo, menerima penghargaan Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-56.

Penghargaan Adi Makayasa diserahkan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno saat memimpin upacara penutupan pendidikan dan wisuda sarjana 216 Kadet AAL tahun 2011 di Bumimoro Surabaya, Senin.

Siaran pers yang diterima ANTARA dari Kepala Bagian Penerangan AAL, menyebutkan wisuda sarjana Kadet AAL ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan setelah adanya pengakuan gelar dari Kementerian Pendidikan Nasional dengan lulusan D4 atau setara S1 (sarjana).

Gelar yang diberikan kepada lulusan AAL adalah Sarjana Sains Terapan Pertahanan (SST Han) dengan lima program pendidikan.

Korps Pelaut dengan program pendidikan Manajemen Pertahanan Matra Laut, Teknik Mesin Kapal Perang (Korps Teknik), Teknik Elektronika Kapal Perang (Korps Elektronika), Manajemen Logistik dan Keuangan Matra Laut (Korps Suplai), dan Manajemen Pertahanan Matra Laut dan Aspek Darat (Korps Marinir).

Sebanyak 216 kadet AAL yang terdiri dari 77 orang Korps Pelaut, 34 orang Korps Teknik, 35 orang Korps Elektronika, 32 orang Korps Suplai, dan 38 orang Korps Marinir, telah mengikuti pendidikan selama empat tahun.

Selain meraih penghargaan Adi Makayasa, Sermatukad (P) Rian Risky Putrantio adalah lulusan terbaik dari Korps Pelaut.

Sedangkan lulusan terbaik Korps Teknik disabet Sermatukad (T) Azzuan, kemudian Sermatukad (E) Michael Kaseke sebagai yang terbaik di Korps Elektronika, Sermatukad (S) Brian Winata Adi Saputra untuk Korps Suplai, dan lulusan terbaik Korps Marinir adalah Sermatukad (M) Antok Putra Krisdiana.

Setelah wisuda ini, ke-216 kadet AAL itu akan mengikuti upacara Prasetya Perwira bersamaan taruna Akmil, karbol AAU dan taruna Akademi Kepolisian yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di AAU Yogyakarta pada 14 Juli mendatang.

Kasal Laksamana TNI Soeparno momentum wisuda ini hendaknya menjadi langkah awal perjalanan panjang para kadet yang segera menghadapi realitas tugas di lapangan.

"Sebagai generasi penerus cita-cita bangsa, jadikanlah keberhasilan ini sebagai tonggak awal pengabdian kepada TNI AL, TNI, bangsa dan negara," ujarnya.

Ia menambahkan TNI AL membutuhkan sosok perwira yang profesional, memiliki visi jauh ke depan, berwawasan luas, antisipatif dan adaptif, dalam menghadapi berbagai persoalan dan mampu mengantisipasi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.

Guna mengaktualisasi hal tersebut, lanjut Kasal, kurikulum Akademi TNI yang semula menerapkan pola pendidikan tiga tahun, juga telah diubah menjadi empat tahun.

Hadir pada upacara wisuda tersebut, antara lain Komandan Jenderal Akademi TNI Marsekal Muda TNI Sru Astjarjo Andreas, Gubernur AAL Laksda TNI Ade Supandi, para Gubernur Akademi Angkatan dan Kepolisian, petinggi Mabes AL, dan Pangkotama TNI AL.