Ngawi - Petani melon di Desa Waruk Tengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, terancam gagal panen, akibat tanamannya banyak yang diserang hama pada musim tanam kali ini.

"Pergantian cuaca ekstrem yang biasanya banyak turun hujan ke musim kemarau, membuat hama tanaman melon berkembang biak dengan cepat. Tanaman melon para petani yang baru ditanam rusak semua akibat diserang hama keriting dan kutu kebo," ujar salah satu petani melon Desa Waruk Tengah, Nurdin, Senin.

Hama ini menyerang daun, akibatnya daun tanaman melon menjadi melengkung atau keriting. Selain itu, daun melon yang masih pupus juga rusak sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.

Upaya petani mencegah serangan hama, antara lain dengan menyemprotkan berbagai pestitisida. Namun, usaha tersebut juga belum membuahkan hasil.

Petani juga terpaksa mencabuti tanamannya yang rusak dan melakukan tambal sulam atau menanam ulang tanamannya yang terserang hama, namun tetap saja hama keriting masih menyerang puluhan hektare tanaman melon miliknya secara sporadis.

"Kami mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Hal ini karena biaya perawatan membengkak dan masih ditambah lagi dengan biaya penanaman ulang," terang petani melon desa setempat lainnya, Harianto.

Para petani berharap, agar Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi memberikan bantuan guna menanggulangi serangan hama buah melon ini.

Data dari Badan Ketahanan Pangan, Kabupaten Ngawi, mencatat, jumlah produksi buah tahun 2010 di wilayah setempat mencapai 56.637 ton pertahun, termasuk buah melon. Sedangkan tingkat kebutuhan mencapai 80.877 ton pertahun. Kekurangan ini diduga karena beberapa faktor, di antaranya serangan hama.

Kepala Bidang Konsumsi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kabupaten Ngawi, Joko Sutrisno, membenarkan jika stok buah di Kabupaten Ngawi minim.

"Kekurangan pemenuhan kebutuhan buah tersebut disuplai dari daerah produksi lain seperti Magetan dan sejumlah wilayah lainnya," kata Joko.