Surabaya - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Provinsi Jawa Timur diminta mengirimkan sekitar 200 tenaga kerja ke Jepang setiap bulan.
"Sesuai permintaan Jepang membutuhkan 200 tenaga kerja bidang konstruksi dari Jatim setiap bulan, karena negara itu sekarang sedang giat-giatnya membangun gedung bertingkat," kata Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertransduk Jatim, I Made Murdana, di Surabaya, Senin.
Menurut dia, Disnakertransduk Jatim telah menjalin kerja sama dengan Jepang sejak 1993. Pada 2009, tenaga terampil yang dikirimkan ke "Negeri Sakura" itu hanya sekitar 100 hingga 150 orang.
"Dengan banyaknya permintaan tenaga konstruksi ini, kami berharap angka pengangguran di Jatim dapat terkurangi," ucap Murdana.
Ia menyebutkan, para calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan diberangkatkan ke Jepang harus lulusan SMK bidang teknik dan mekanik dengan usia antara 20 hingga 27 tahun.
"Lulusan SMA pun tetap dapat mengikuti seleksi asal disertai sertifikat keterampilan di bidang teknik," katanya menambahkan.
Pada tahap awal, dilakukan seleksi bagi calon peserta magang. Tercatat sekitar 420 orang mengikuti seleksi awal. Dari jumlah itu diambil 250 orang yang lolos dan berhak untuk mengikuti program magang ke Jepang.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Lembaga Pelatihan Kerja Pemagangan Jatim, Ramelan, mengatakan, kerja sama bilateral ini sangat menguntungkan kedua belah pihak.
Menurut dia, TKI yang magang tiga tahun di Jepang akan mendapatkan gaji 90.000-100.000 yen per bulan atau setara Rp9,5-10,5 juta per bulan.
Top Stories : Info TKI
Tajuk
Makna Holistik di Balik Mudik Lebaran

Foto Berita
![]() Bunga Sedap Malam | ![]() Permintaan Sedap Malam Meningkat |
![]() Taman Bacaan RW | ![]() Tukang Becak Antre Sembako |


























