Lahore, Pakistan - Jumlah korban tewas dalam serangan bunuh diri kembar di ibu kota kebudayaan Pakistan, Lahore, Sabtu, meningkat menjadi 57, pada saat 12 lainnya yang mengalami cedera berat meninggal, Jumat malam, kata polisi.

Pada Jumat, dua pelaku bom bunuh diri berjalan menuju kendaraan militer di daerah RA Bazaar yang padat pengunjung ketika banyak orang sedang makan-makan sebelum melaksanakan shalat Jumat, kata polisi.

Pada Jumat malam, lima bom kecil meledak di beberapa tempat di Lahore, namun tak menimbulkan korban, dan hanya terjadi kerusakan kecil, ujar polisi.

"Sejumlah 57 orang telah tewas dan 134 lainnya luka-luka dalam serangan bunuh diri itu," ungkap Chaudhry Mohammad Shafiq, seorang perwira senior polisi Sabtu melalui telepon kepada AFP.

Dia menambahkan bahwa 12 orang yang cedera serius meninggal semalam di beberapa rumah sakit.

Mazhar Ahmad, kepala departemen pertahanan sipil Lahore di antara mereka yang tewas.

Lahore, kota berpenduduk delapan juta jiwa dekat perbatasan Pakistan dengan India itu, makin meningkat menjadi sasaran Taliban dan serangan-serangan yang berkaitan dengan Al Qaida, dalam operasi pemboman di seluruh negeri yang menewaskan lebih dari 3.000 orang dalam tiga tahun terakhir.

Pelaku pemboman menargetkan daerah-daerah yang menjadi pemukiman para perwira militer dan instalasi-instalasi militer, selain rumah-rumah sakit dan sekolah-sekolah yang dikelola oleh militer.

Namun perumahan sipil, toko-toko dan restoran-restoran di sekitar perumahan tersebut juga menjadi sasaran serangan.

Delapan serangan menewaskan lebih dari 170 orang di Lahore selama setahun lalu.

Lahore adalah kota bersejarah, tempat bercengkerama bagi para elit dan tempat tinggal bagi banyak tokoh ternama militer Pakistan serta intelijen.