Pamekasan - Sebanyak 420 kelompok tani di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menerima bantuan bagi hasil cukai rokok dari pemkab setempat.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman seusai penyerahan bantuan secara simbolis di pendopo Kecamatan Larangan, Pamekasan, Kamis, menyatakan, bantuan dana bagi hasil cukai itu masing-masing senilai Rp6.750.000,00 berupa tandan penampungan air.

"Tujuannya agar nantinya bisa meningkatkan produksi tanam tembakau," kata Kholilurrahman.

Selama ini, kata Bupati Kholilurrahman, petani tembakau selalu kesulitan air, karena tidak memiliki tempat penampungan.

"Jika sudah tersedia tandon seperti ini, kami berharap kesulitan petani terhadap penyediaan air bisa teratasi," katanya.

Dari 420 unit tandon yang diserahkan kepada 420 kelompok tani yang tersebar di 13 kecamatan ini, penerima bantuan terbanyak ialah wilayah Kecamatan Pakong 45 kelompok tani.

Selanjutnya Kecamatan Pademawu 40 kelompok tani, Batumarmar, Pegantenan, dan Proppo, masing-masing 39 kelompok tani. Selanjutnya Kecamatan Palengaan 36 kelompok tani, Tlanakan 35, Pasean 33, Pamekasan 31, Larangan 24, Kadur 17 dan Kecamatan Galis sebanyak 14 kelompok tani.

Bupati menambahkan, kelompok tani yang menerima bantuan tandon dari dana bagi hasil (DBH) cukai tahun 2009, adalah kelompok tani yang berada di daerah rawan kekeringan dan kekurangan air.

Di Pamekasan dana bagi hasil cukai pada tahun 2009 lalu dari pemerintah pusat mencapai Rp18,567 miliar. Jumlah tersebut meningkat tajam dibanding dana bagi hasil tembakau tahun 2008.

Sebab, ketika itu dana bagi hasil cukai tembakau dari pemerintah pusat untuk Pemkab Pamekasan hanya Rp4,3 miliar.

Dari total dana sebesar Rp18,567 miliar ini yang dibagikan kepada para petani tembakau hanya untuk 420 kelompok tani berupa tandon air dengan nilai total Rp2,8 miliar.