Bojonegoro - Air luapan Bengawan (sungai) Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa, mulai surut, yang semula sempat masuk siaga I menghadapi banjir pada musim hujan ini.

"Tidak ada laporan ketinggian air di daerah hulu, Jawa Tengah dan Kali Madiun, berarti air Bengawan Solo di atas aman, tidak ada banjir," kata petugas Posko Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Kasnari.

Sementara itu, ketinggian air Bengawan Solo di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro turun drastis hingga mencapai ketinggian air 24,40 meter pada pukul 09:00 WIB.

Sedangkan ketinggian air pada papan duga di Bojonegoro, turun menjadi 12,40 meter pukul 09:00 WIB, yang semula Senin (8/2) sempat mencapai 13,09 meter (siaga I).

"Sejauh ini kondisi permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro masih di bawah siaga banjir," tutur Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jhoni Nurhariyanto menambahkan.

Meski demikian, katanya, kewaspadaan tetap dilakukan dengan terus melakukan pemantauan ketinggian permukaan air Bengawan Solo di lima lokasi yang ada. Selain di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, di utara pasar Kota, dan di Kecamatan Kalitidu, Balen serta Kanor.

"Jajaran posko banjir di wilayah kecamatan di Bojonegoro, yang biasa menjadi langganan banjir Bengawan Solo tetap diminta waspada," paparnya menjelaskan.

Di Bojonegoro, tercatat 144 desa yang tersebar di 15 kecamatan selalu menjadi langganan banjir luapan Bengawan Solo, setiap musim hujan.

Menurut Jhoni, pemkab juga terus melakukan kewaspadaan, kemungkinan terjadinya banjir bandang yang diakibatkan anak sungai Bengawan Solo di Bojonegoro meluap.

"Sebab, dalam kondisi sekarang ini, sejumlah anak sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, rawan menimbulkan banjir bandang," katanya menambahkan.