Jakarta - Lukisan laut dan ikan yang diciptakan Cak Kandar memberikan dua pesan penting yakni mengingatkan bahwa negeri ini adalah negeri bahari dan menyajikan keindahan alam bawah laut.
"Cak Kandar mengingatkan bahwa negeri kita adalah negeri bahari, negeri kepulauan terbesar di dunia, dan negeri maritim, bukan negeri kontinen atau daratan sebagaimana yang sering dirasakan oleh banyak orang," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, saat membuka Pameran Lukisan karya Cak Kandar di Jakarta, Minggu malam.
Selain itu, lukisan Cak Kandar juga menyajikan keindahan alam bawah laut yang dikaruniakan Tuhan, apalagi di daerah tropis, maka warna-warni biota yang ada memberikan warna dan bentuk yang menakjubkan.
Dalam pameran yang berlangsung sampai dengan tanggal 12 Februari 2010 itu, Cak Kandar yang merupakan salah seorang pelukis ternama itu dengan sadar memanfaatkan keindahan laut dan ikan-ikanya untuk diabadikan dalam bentuk lukisan.
Misalnya, kesibukan para nelayan, keindahan dalam laut beserta aneka satwa air yang hidup padanya.
"Ide penyelenggaraan pameran kali ini berawal dari kegiatan setelah Cak Kandar melakukan penyelaman di Pulau Seribu, melihat Sea World di Ancol, melihat ikan-ikan dari jendela kapal di Bunaken, Manado, serta referensi dari buku-buku tentang kelautan," katanya.
Dari hal-hal itu, Cak Kandar mulai merasa tertantang untuk bisa mengabadikan kekayaan di bawah laut tersebut di atas kanvas, sehingga dihasilkan 31 buah karya lukisan bertemakan kelautan.
Cak Kandar lahir di Surabaya, 17 Agustus 1948. Pada tahun 1965, dia mulai
melukis, kemudian tahun 1967 menggeluti dan mendirikan dunia teater, tahun 1969 menciptakan lukisan dengan media bulu unggas, dan dia perlahan-lahan mulai meninggalkan media bulu unggas pada tahun 1994.
Pameran yang pernah dilakukan antara lain di hampir seluruh kota besar di Indonesia, Malaysia, Singapura, Jepang, Belanda, Jerman serta Rumania.
Kini, Cak Kandar mulai menyapa lautan, mensyukuri keindahan yang diciptakan Tuhan, dan digoreskan berupa lukisan yang indah penuh inspirasi.
"Lebih dari itu, Cak Kandar dapat lebih menggugah kita terhadap pemahaman para ilmuwan bahwa laut adalah sumber segala kehidupan atau 'Omne Vivum ex Oceanis', dan selaras pula dengan firman Tuhan yakni Aku ciptakan, segala kehidupan berasal dari air," katanya.
Top Stories : Budaya & Pariwisata
Tajuk
Saatnya Perempuan Keluar dari "Jerat" Ketidakberdayaan

Foto Berita
![]() Kongres Sepakbola Nasional | ![]() KRI Dewa Ruci Kembali Berlayar |
![]() HTI Jember Tolak Obama | ![]() Deportasi |



























