Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Senin pagi merosot tajam hingga menembus angka Rp9.400,00 per dolar, karena pelaku pasar terus melepas rupiah, akibat ketakutan terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi global yang belum pasti membuat pelaku asing dan lokal di pasar uang aktif melepas rupiah dan membeli dolar sehingga menekan mata uang Indonesia, kata Direktur Utama PT Finan Corpindo Indonesia, Edwin Sinaga di Jakarta, Senin.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar merosot 35 poin menjadi Rp9.415,00-Rp9.425,00 per dolar dibanding penutupan akhir pekan Rp9.380,00-Rp9.390,00.

Edwin Sinaga mengatakan, pelaku asing panik melihat pertumbuhan ekonomi AS yang kurang meyakinkan akan mendorong ekonomi global tidak akan tumbuh dengan baik.

Selain itu masalah defisit anggaran Yunani dan Spanyol menunjukkan ekonomi kawasan Eropa juga tidak berjalan dengan baik, ucapnya.

Kepanikan pelaku pasar mengakibatkan mereka lebih suka melepas rupiah dan membeli dolar, sehingga rupiah terpuruk hingga di atas Rp9.400,00 per dolar.

Tekanan pasar yang cukup kuat mengakibatkan rupiah terus tertekan yang dikhawatirkan akan mendekati angka Rp9.500,00 per dolar, ucapnya.

Menurut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan akan melakukan intervensi pasar untuk menahan laju koreksi rupiah terhadap dolar AS.

BI akan melepas cadangan dolar agar rupiah tidak terus tertekan, di mana cadangan devisa BI mencapai 69,6 miliar dolar dinilai cukup kuat, ucapnya.

Ia mengatakan, BI tidak menginginkan rupiah terpuruk hingga di atas Rp9.500,00 per dolar, karena khawatir apabila posisi rupiah mencapai angka Rp9.500,00 maka tekanan pasar akan makin menguat.

"Kami optimis rupiah masih berada dalam kisaran antara Rp9.300 sampai Rp9.500,00 per dolar," ucapnya.