Masih ingat pernyataan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menyamakan anggota DPR dengan murid Taman Kanak-Kanak (TK)?
"Beda DPR dengan Taman Kanak-kanak memang tidak jelas," ucap Gus Dur ketika itu. Sontak, pernyataan itu memantik kegeraman anggota DPR pada era pemerintahan presiden yang singkat itu.
Meminjam ungkapan "Guru Bangsa" itu, istilah pers kelas TK agaknya patut menjadi refleksi dalam rangkaian Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Februari.
Masalahnya, pers sekarang cenderung menjadi pers yang dangkal dan tidak mampu memenuhi hak informasi yang menjadi kebutuhan publik. Lho...?!
Adalah wartawan senior Surabaya, Zaenal Arifin Emka, yang memberi penilaian bahwa pers sekarang tak semaju kalangan pers di masa lalu.
"Buktinya, kalangan pers masa lalu yang tak sebebas sekarang justru mampu membongkar kasus korupsi Pertamina melalui liputan investigatif," tukasnya.
Pandangan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Surabaya - Almamater Wartawan Surabaya (STIKOSA-AWS) itu dapat dicarikan contoh pada kasus Bank Century.
Dalam kasus yang menghebohkan itu, kalangan pers tampaknya hanya mengungkapkan data-data yang diberikan orang lain dan bukan melacak data dari orang lain itu secara investigatif.
Selain caranya tidak cerdas (bukan investigatif), cara penyampaiannya juga dipenuhi caci maki, padahal kalau mau jujur bahwa cara caci maki justru membuat kritik yang disampaikan akan sulit diterima orang lain. Sia-sia, bukan...?!
Banyak alasan dapat dikemukakan untuk "membela" dari tuduhan itu, seperti dana yang kurang untuk peliputan investigasi.
Padahal, cara-cara non-investigasi yang merugikan hak informasi bagi publik itu sesungguhnya lebih dekat dengan faktor pragmatisme yang melanda pers saat ini, sehingga pers tanpa sadar akan dapat menjadi "alat" si pemberi data itu.
Andaikata mau, peliputan investigasi itu tidak perlu banyak dan cukup sekali dalam setahun. Andaikata mau pula, peliputan investigasi untuk kasus seperti Bank Century itu cukup komersil dan sangat dinantikan publik.
Apakah cara-cara non-investigasi dan cara-cara caci maki itu bukan cara-cara anak TK ?!
(edyyakub@yahoo.com)
Top Stories : Tajuk
Tajuk
Makna Holistik di Balik Mudik Lebaran

Foto Berita
![]() Bunga Sedap Malam | ![]() Permintaan Sedap Malam Meningkat |
![]() Taman Bacaan RW | ![]() Tukang Becak Antre Sembako |



























