Sumenep - Keluarga anak yang bola matanya dikeluarkan secara paksa oleh tim medis Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H. Moh. Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rendi Nurrizqi, Rabu, mendatangi markas kepolisian resor (mapolres) setempat.
Didampingi salah seorang advokat di Sumenep, Azam, mereka ingin menanyakan perkembangan penyidikan kasus itu kepada polisi.
"Orang tua Rendi sudah melaporkan tindakan tim medis yang diduga mengeluarkan bola mata anaknya itu kepada polisi pada tanggal 24 Oktober 2009. Sebagai pelapor, kami berhak tahu tentang perkembangan kasus itu," kata Azam.
Orang tua Rendi, Mohammad Noryudi dan Reli Hartani, beserta Azam, akhirnya ditemui Kasat Reskrim Polres Sumenep, Iptu M. Andi Lilik di ruangannya.
"Kami berharap penyidik Polres Sumenep bisa bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut. Kasus ini sudah kami laporkan kepada polisi sejak empat bulan lalu," katanya.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Sumenep Iptu M. Andi Lilik menjelaskan pihaknya masih menangani kasus tersebut.
"Kami sudah memeriksa 15 saksi. Dua dari 15 saksi itu berstatus saksi ahli. Dari pemeriksaan dua saksi ahli tersebut, tindakan yang dilakukan tim medis RSD sesuai prosedur," katanya.
Pada tanggal 24 Oktober 2009, Mohammad Noryudi melaporkan tindakan tim medis RSD yang dianggapnya mengeluarkan bola mata kiri anaknya secara paksa kepada polisi.
Sementara tim medis RSD menyatakan bola mata kiri anak pasangan Mohammad Noryudi-Reli Hartani itu mengecil dengan sendirinya dan akhirnya keluar sendiri, karena memang bermasalah sejak awal.
Keluarga Rendi Datangi Mapolres Sumenep
Top Stories : Hukum
Tajuk
Makna Holistik di Balik Mudik Lebaran

Foto Berita
![]() Bunga Sedap Malam | ![]() Permintaan Sedap Malam Meningkat |
![]() Taman Bacaan RW | ![]() Tukang Becak Antre Sembako |


























