Surabaya - Sedikitnya 10 nelayan asal Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang terkatung-katung di Perairan Ujung Pangkah, Kabupaten Gresik, berhasil dievakuasi ke Dermaga Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat.
Setelah didata, 10 nelayan yang sempat terombang-ambing di Laut Jawa sejak Kamis (14/1) malam pukul 19.15 WIB itu, dipulangkan ke kampung halamannya dengan menggunakan bus milik Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Jatim Jumat sekitar pukul 11.30 WIB.
Para nelayan itu berhasil diselamatkan Kapal Ena Sultan milik perusahaan pertambangan minyak Hess Indonesia setelah kapal yang ditumpangi mereka terbalik akibat dihantam ombak.
Perahu yang mengangkut ikan hasil tangkapan para nelayan itu terbalik saat dalam perjalanan pulang dari Perairan Masalembu menuju Brondong.
Tempat terjadinya peristiwa itu berjarak sekitar 3,5 mil di sebelah timur laut lokasi eksploitasi minyak dan gas Hess Indonesia.
"Setelah dievakuasi dengan menggunakan Kapal Ena Sutra, para nelayan itu kami beri perawatan kesehatan karena kami sudah menyiagakan tim kesehatan serta kami beri makan dan pakaian ganti di ponton 1 Anjungan A sambil menunggu kapal dari Dermaga Mirah," kata Humas Hess Indonesia, Hartono.
Rencananya malam itu juga kapal milik Hess lainnya, Samudra I akan diberangkatkan dari Dermaga Mirah menuju Anjungan A untuk menjemput para nelayan.
Namun karena malam itu cuaca di Laut Jawa memburuk, Kapal Samudra I baru diberangkatkan dari Dermaga Mirah, Jumat pagi, dan berhasil membawa nelayan nahas itu kembali ke Dermaga Mirah pada pukul 10.30 WIB.
Sepuluh nelayan asal Brondong yang mengalami musibah di Perairan Ujung Pangkah itu adalah Marlehan, Choirul Anam, Sunarip, Kasmudi, Paneko, Putro Widodo, Zainul Arif, Hasan Fanani, Zainal Efendi, dan Tubron.
10 Nelayan Lamongan Dievakuasi ke Tanjung Perak

Top Stories : Kesra
Tajuk
Calon Kepala Daerah Perempuan: Kapabilitas versus Popularitas




























