Oleh Chandra HN Ichwani
Surabaya - Selama tahun 2009 banyak peristiwa suka, duka, bangga, menderita mendera provinsi paling timur di Pulau Jawa ini.
Namun,yang paling menonjol adalah Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang sampai 'tiga" putaran, sehingga tidak bisa tuntas akhir tahun 2009, tapi baru "selesai" awal 2009.
Peristiwa Pilgub Jatim tersebut layak masuk MURI alias museum Rekor Indonesia, karena diwarnai dengan berbagai "prestasi".
Karena itulah, "prestasi" Pilgub Jatim ini menjadi alasan "orang pusat" untuk mengembalikan pemilihan gubernur seperti era Orde Baru dipilih melalui DPRD.
Jadinya, Gubernur mendatang bukan pilihan rakyat, tetapi pilihan Wakil Rakyat. Demokratis dan memenuhi azas keadilankah?.
Pasalnya, pilgub berlangsung otomatis uang beredar juga besar. Biaya demokrasi memang mahal, tapi kalau langsung lebih banyak uang beredar dinikmati rakyat, sementara melalui dewan, ya hanya untuk Wakil Rakyat dan Parpol.
Selain itu, "prestasi" spektakuler Jatim lainnya adalah diresmikannya Jembatan Tol Surabaya-Madura (Suramadu) sepanjang 5,4 km.
Setidaknya, jembatan yang melintasi Selat Madura yang menghubungkan dua pulau, Jawa dan Madura itu, menjadi ikon baru Indonesia, khususnya Jatim.
Kini tinggal bagaimana memanfaatkan keberadaan jembatan tersebut secara optimal, karena belum apa-apa antarbirokrat sudah "bertengkar" menuntut hak (keuntungan). Abrakadabra....
Jatim 2009, Pilgub hingga Suramadu

Top Stories : Tajuk
Tajuk
Makna Holistik di Balik Mudik Lebaran

Foto Berita
![]() Bunga Sedap Malam | ![]() Permintaan Sedap Malam Meningkat |
![]() Taman Bacaan RW | ![]() Tukang Becak Antre Sembako |


























