Surabaya - Kepala Staf TNI-Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno SH menyatakan Korps Marinir akan segera memiliki 17 unit Tank BMP-3F buatan Rusia.

"Bulan depan, Marinir juga akan mendapatkan kendaraan amphibi LVT buatan Korea," katanya di sela-sela apel khusus Korps Marinir wilayah Surabaya di Bhumi Marinir Karangpilang, Surabaya, Kamis.

Pagi harinya, orang nomor satu di jajaran Angkatan Laut (AL) itu meresmikan Kesatrian Marinir Moekijat di Markas Komando Pasmar-1 Gedangan, Sidoarjo, kemudian ribuan prajurit Marinir melepas Kasal yang akan segera menjalani serah terima jabatan (sertijab) itu.

Dalam apel khusus pelepasan itu, Kasal merasa bangga karena bisa hadir di tengah-tengah Prajurit Korps Marinir yang memiliki kemampuan dalam tiga media yaitu darat, laut, dan udara.

"Tuntutan profesionalisme yang tinggi tersebut bisa dicapai bila prajurit Korps Marinir memiliki kebanggaan yang tinggi, jiwa korsa, dan naluri tempur yang kuat," katanya.

Menurut dia, kebanggaan jiwa korsa dan naluri tempur merupakan nafas bagi pasukan pendarat dalam melaksanakan berbagai penugasan, baik penugasan dalam negeri maupun luar negeri.

"Tingkat profesionalisme yang dimiliki prajurit baret ungu saat ini merupakan hasil dari proses yang cukup panjang, yang merupakan jerih payah para sesepuh, dan pendahulu Korps Marinir," katanya.

Di depan ribuan prajurit, Kasal mengingatkan para prajurit Korps Marinir sebagai generasi penerus harus mampu mempertahankan hasil yang telah dicapai yaitu dengan melalui pembinaan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.

"Dengan mencermati kemajuan teknologi persenjataan yang semakin pesat, maka alutsista Korps Marinir juga harus dimodernisasi secara bertahap," katanya.

Sebagai konsekuensi dari kondisi itu, katanya, setiap prajurit Korps Marinir dituntut untuk akrab dengan setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi persenjataan dan informasi, sehingga harapannya agar Korps Marinir lebih kuat dari waktu ke waktu.

"Ke depan, kemampuan Korps Marinir, khususnya Denjaka dan Taifib, akan dibangun untuk mampu melaksanakan peperangan yang bersifat asimetris sebagai bagian dari konsep operasi dalam rangka menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Di akhir sambutan, Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno dan keluarga mohon diri serta mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama menjabat sebagai Kasal.

"Teruskan perjuangan untuk mewujudkan Angkatan Laut yang kuat dan dapat dibanggakan Bangsa Indonesia," pesannya.