Rumah Korban Longsor di Jambesari Jember Akan Direlokasi

id longsor di desa jambesari, kecamatan sumberbaru, korban longsor jember, relokasi rumah korban longsor, bpbd jember

Foto dok. Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimbun tanah longsor di Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Rabu (18/10). (Zumrotun Solichah)

Jember (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur akan merelokasi satu rumah korban longsor yang mengalami kerusakan berat dan tidak bisa ditempati lagi di Desa Jambesari.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Jambesari untuk melakukan relokasi rumah korban longsor atas nama Munari karena rumahnya hancur di terjang longsor dan tidak memungkinan untuk tinggal di sana lagi," kata Pelaksana tugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widi Prasetyo di Jember, Jumat.

Menurutnya pihak desa akan menyediakan lahan tanah kas desa untuk rumah korban dan pihak BPBD Jember akan membantu pembangunan rumah tersebut dengan melakukan koordinasi dengan kepala desa.

"Kami sudah koordinasi dengan Kepala Desa Jambesari, sehingga tinggal menunggu permohonan pembangunan rumah korban dari kepala desa dan bantuan akan segera disalurkan untuk pembuatan rumah korban," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, BPBD mengimbau kepada enam kepala keluarga yang rumahnya terdekat dengan lokasi longsor untuk mengungsi sementara karena dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

"Ada sekitar enam rumah di kanan dan kiri lokasi longsor yang harus mendapat perhatian karena terancam diterjang longsor susulan ketika hujan deras mengguyur lereng Pegunungan Argopuro," katanya.

Ia mengimbau enam kepala keluarga tersebut tidak menempati rumahnya untuk sementara waktu dan tinggal di sanak saudaranya dulu yang berada di lokasi yang aman karena hingga kini lokasi tersebut masih berpotensi terjadinya longsor susulan.

"BPBD berharap warga di Desa Jambesari tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap ancaman bahaya longsor dan memahami tanda-tanda akan terjadinya bencana alam tersebut," ujarnya.

Salah seorang warga yang berada di dekat lokasi longsor Kuswati mengaku masih trauma dengan bencana longsor yang menerjang Dusun Kedungliyer dan menyebabkan keponakannya sekeluarga meninggal dunia.

"Kalau malam hari saya mengungsi ke rumah sanak saudara karena takut terjadi longsor lagi, namun kalau pagi hingga siang hari saya tetap meempati rumah bersama keluarga," katanya.

Hujan deras mengguyur di lereng Pegunungan Argopuro menyebabkan satu rumah rusak berat dan satu rumah beserta tiga orang penghuninya yakni Saiful (27), istrinya Yana (25), dan anaknya Faris (5) tertimbun longsor pada Senin (16/10) malam.

Tim SAR gabungan melakukan pencarian tiga korban hilang yang tertimbun longsor dan tiga korban yang merupakan satu keluarga tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Rabu (18/10).(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar