Jumat, 15 Desember 2017

Polda Jatim Menggelar Kejuaraan Tenis Meja Bertaraf Internasional

id Polda Jatim, kejuaraan tenis meja
Polda Jatim Menggelar Kejuaraan Tenis Meja Bertaraf Internasional
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin bermain tenis meja di sela jumpa wartawan terkait kejuraan tenis meja bertaraf internasional yang digelar Polda Jatim 13-15 Oktober di Surabaya. (Istimewa)
"Kalau Pingpong di Indonesia masih kurang berkiprah, tapi kalau yang di Cina dan Singapura bagus-bagus. Semoga dengan adanya turnamen ini kami dapat meningkatkan prestasi para pemuda Indonesia dan dapat memotivasi para atlet untuk lebih berprestasi," ujarnya.
Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar kejuaraan tenis meja terbuka bertaraf internasional yang diikuti delapan negara dari Asia di Surabaya, 13-15 Oktober 2017.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin saat jumpa wartawan di Surabaya, Jumat mengatakan kejuaraan yang dia adakan merupakan ajang yang bergengsi dan belum pernah diadakan sebelumnya.

"Perlombaan tenis meja ini diikuti enam negara, termasuk Indonesia, berarti ada tujuh negara, dan tambahan lagi dari Vietnam berarti ada delapan," kata Machfud.

Ada 320 peserta dari total delapan negara termasuk Indonesia turut meramaikan kejuaraan itu. Selain itu, masih ada banyak para petenis meja yang ingin mendaftar, namun karena kuota penuh, mereka tidak diterima.

"Atlet-atlet yang ikut ada yang dari Cina, ada yang dari Malaysia, Singapura juga ada dan semuanya profesional. Ya dan mudah-mudahan bisa merangsang pecinta olahraga dan membangkitkan olahraga pingpong di Indonesia, karena olahraga ini adalah olahraga yang murah dimana saja bisa dimainkan dan tidak butuh tempat yang luas dan tidak buang waktu yang lama lama," tuturnya.

Machfud berharap dari kejuaraan yang dia adakan ini akan muncul juara-juara yang berkompetitif, terutama atlet dari Indonesia yang nantinya mampu bertarung pada sejumlah atlet di Asia maupun di dunia.

Kejuaraan tenis meja itu, lanjut dia, diharapkan mampu menciptakan atlet berprestasi asal Indonesia, khususnya Surabaya. Para atlet junior asal Indonesia yang berpartisipasi juga diharapkan termotivasi untuk berprestasi lebih baik lagi ke depannya.
 
"Bibit yang lama tetap terlatih dan dapat berkompetisi, dengan banyaknya kompetisi dan latihan ini dapat memotivasi dan hadiahnya cukup besar ya lumayan lah," tuturnya.

Machfud menilai, hingga saat olahraga tenis meja di Indonesia kurang begitu diminati. "Kalau Pingpong di Indonesia masih kurang berkiprah, tapi kalau yang di Cina dan Singapura bagus-bagus. Semoga dengan adanya turnamen ini kami dapat meningkatkan prestasi para pemuda Indonesia dan dapat memotivasi para atlet untuk lebih berprestasi," ujarnya.(*)

Editor: Akhmad Munir


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1679 seconds memory usage: 0.58 MB