Selasa, 17 Oktober 2017

Overkapasitas, RSUD Trenggalek Bangun Gedung Rawat Inap Baru

id RSUD Trenggalek, RSUD dr Soedomo, Trenggalek
Overkapasitas, RSUD Trenggalek Bangun Gedung Rawat Inap Baru
Bangunan baru RSUD dr Soedomo, Trenggalek (Ist//www.lingkartrenggalek.blogspot.co.id)
"Volume pasien untuk kelas I dan II itu rata-rata mencapai 90 persen. Padahal idealnya tingkat hunian yang ideal adalah antara 60 sampai dengan 80 persen," katanya.
Trenggalek (Antara Jatim) - RSUD dr Soedomo, Trenggalek, Jawa Timur segera memiliki gedung rawat inap baru untuk menampung pasien kelas I dan II yang selama ini kerap tidak tertampung akibat keterbatasan fasilitas yang dimiliki rumah sakit daerah tersebut.

"Pembangunan sampai saat ini masih berlangsung dan sudah masuk tahap akhir (pekerjaan/proyek)," kata Direktur RSUD dr Soedomo Trenggalek Saeroni di Tulungagung, Kamis.

Ia berharap pengoperasian fasilitas ruang baru dengan konstruksi tiga lantai itu bisa dimulai awal 2018. Pembangunan gedung rawat inap baru telah dimulai sejak awal 2016 dan diperkirakan rampung akhir tahun ini.

"Kapasitas atau daya tampung gedung rawat inap yang baru ini nantinya sebanyak 72 tempat tidur," ucapnya.

Saeroni menjelaskan, penambahan ruang rawat inap sengaja dilakukan lantaran daya tampung ruang RSUD dr Soedomo selama ini sangat terbatas, sementara jumlah pasien terus bertambah.

"Volume pasien untuk kelas I dan II itu rata-rata mencapai 90 persen. Padahal idealnya tingkat hunian yang ideal adalah antara 60 sampai dengan 80 persen," ujarnya.

Saeroni menambahkan, selain fasilitas ruang rawat inap, manajemen RSUD dr Soedomo juga akan segera mengoperasikan gedung baru untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Saat ini bangunan baru tersebut masih dimanfaatkan untuk poli rawat jalan.

"Untuk poli saat ini masih dilakukan pembenahan, agar lebih teduh. Nanti kalau ini sudah selesai ruang poli akan kembali ke lokasi semua, sedangkan IGD yang saat ini di graha akan segera menempati gedung yang baru," ujarnya.

Masyarakat Trenggalek yang memiliki jumlah penduduk sekitar 650 ribu jiwa sangat mengandalkan layanan RSUD dr Soedomo untuk berobat, selain juga beberapa rumah sakit swasta, klinik dan puskesmas di tingkat kecamatan yang memiliki fasilitas rawat inap.

Namun, untuk jenis penyakit kronis/berat, sebagian warga memilih menggunakan jasa layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit di Tulungagung yang berjarak sekitar 35 kilometer dari masing-masing pusat kota, termasuk di RSUD dr Iskak Tulungagung yang merupakan rumah sakit rujukan tingkat Provinsi Jatim di wilayah barat.(*)

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1641 seconds memory usage: 0.57 MB