Rabu, 18 Oktober 2017

Pakde Karwo Paparkan Upaya Prioritas Ungkit Perekonomian Jatim

id pemprov jatim, soekarwo, gubernur, apbd
Pakde Karwo Paparkan Upaya Prioritas Ungkit Perekonomian Jatim
Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) didampingi Wagub Jatim Saifullah Yusuf (kiri) dan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi (kanan)saat memaparkan program dan prioritas pembangunan 2018 di Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan Surabaya,Senin (9/10). (Foto Humas Pemprov Jatim)
Antara lain pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan dan efisiensi pembiayaan
Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo memaparkan langkah-langkah prioritas Pemerintah Provinsi sebagai upaya mengungkit pembangunan dan perekonomian di wilayah setempat di berbagai bidang.

"Antara lain pembangunan di bidang infrastruktur, pertanian, sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan dan efisiensi pembiayaan," ujarnya di sela Rapat Kerja Gubernur dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Kantor Gubernur di Surabaya, Senin.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim selalu di atas rata-rata nasional, yaitu pada semester I tahun 2017  pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,21 persen atau lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,01 persen.

Namun, kata dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan agar perekonomian Jatim terus meningkat, salah satunya di bidang infrastruktur dengan mewujudkan semua wilayah terhubung oleh transportasi.

"Bisa dengan pembangunan jalan tol dan jalan provinsi, pembangunan jalur ganda kereta api, pengembangan maupun pembangunan bandara serta pelabuhan," ucapnya,

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, juga menjelaskan apabila semua jalur transportasi terhubung maka perekonomian Jatim akan meningkat dengan cepat yang secara tidak langsung tingkat kesejahteraan masyarakatnya ikut terungkit.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu juga menegaskan tetap konsentrasi terhadap penanggulangan kemiskinan dengan memasukkannya menjadi program prioritas pada 2018.

Beberapa hal yang akan dilakukan, lanjutdia, meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui penanggulangan feminisasi kemiskinan, mengurangi pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan beras dari Dinas Sosial, serta sinergitas program penanggulangan kemiskinan antara pusat dan daerah.

"Semua program penanggulangan kemiskinan dibiayai oleh anggaran APBD Jatim dan bantuan dari APBN," kata Pakde Karwo. (*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0327 seconds memory usage: 0.57 MB