Jumat, 15 Desember 2017

Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia

id hari Kesehatan jiwa, gangguan jiwa, pemasungan
Hari Kesehatan Jiwa se-Dunia
Pewarta Antara Jatim Willy Irawan (Willy Irawan)
Kurangnya pengetahuan yang cukup oleh pihak keluarga akan penanganan terhadap orang yang sakit jiwa membuat masih banyak terjadinya kasus pemasungan di Indonesia.
Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa se-dunia. Tanggal tersebut diperingati tentu agar masyarakat dunia lebih peduli tak hanya pada kesehatan fisik namun juga kesehatan jiwa mereka.

Ada beberapa masalah kesehatan jiwa yaitu depresi, alkoholisme, gangguan bipolar, skizofrenia, dan obsesif kompulsif. Masyarakat kota besar rentan mengalami gangguan jiwa yang disebabkan salah satu dari masalah kesehatan jiwa tersebut.

Rentannya masyarakat kota besar terkena masalah kesehatan jiwa karena beberapa faktor, di antaranya tekanan mental, psikologis dan emosional yang disebabkan dari tekanan ekonomi, daya saing, dan sebagainya.

Meski rentan terkena masalah itu, masih banyak orang yang tidak peduli akan kesehatan jiwa mereka. Hal itu juga diperparah minimnya perhatian pemerintah akan masalah tersebut.

Hanya ada beberapa rumah sakit dan juga klinik yang fokus menangani permasalahan kesehatan jiwa. Alhasil banyak dari penderita sakit jiwa tak terurus dan dibiarkan berkeliaran di jalan. Kurangnya pengetahuan yang cukup oleh pihak keluarga akan penanganan terhadap orang yang sakit jiwa membuat masih banyak terjadinya kasus pemasungan di Indonesia.

Data dari pemerintah hingga bulan Maret 2017 masih ada 18.800 kasus pemasungan yang ada di Indonesia. Ini menunjukkan masyarakat lebih memilih jalan pintas untuk menangani anggota keluarganya yang memiliki gangguan jiwa.

Namun target pemerintah untuk menjadikan Indonesia bebas pasung di tahun 2019 tentu layak diacungi jempol. Demi merealisasikannya, pihak Kementerian Sosial sudah menyiapkan program yang dinamakan elektronik pasung atau e-pasung yang diharapkan akan bisa mendeteksi siapa dan di mana serta seperti apa kondisinya dan sudah pernah dipasung atau belum.

Sementara pihak lain seperti Kementerian Kesehatan juga terus mendorong kepedulian masyarakat tentang kesehatan jiwa dan praktik pasung. Mereka juga mengintegrasikan kesehatan jiwa ke dalam layanan kesehatan umum, menyediakan pengobatan kesehatan jiwa di tingkat Puskesmas serta melatih petugas kesehatan untuk mengidentifikasi dan mendiagnosis kondisi dasar kesehatan jiwa.

Semua program yang dirancang pemerintah dirasa sudah tepat, namun akan lebih baik jika kepedulian terhadap masalah kesehatan jiwa dimulai dari masyarakatnya.

Semoga dengan diperingatinya Hari Kesehatan Jiwa setiap tahun, masyarakat akan lebih peduli terhadap kesehatan jiwanya. Selain itu penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa juga akan bisa lebih manusiawi lagi. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Top News
Baca Juga

Generated in 0.1525 seconds memory usage: 0.59 MB