Rabu, 18 Oktober 2017

"Gitar Gawai" Karya Mr D Mewarnai Pentas Dunia

id gitar gawai, kolaborasi gitar, gitar angklung, Doddy Mr D, Doddy Hernanto, gitar-gawai, gitar-angklung
Mr D hadir dalam undangan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelectual (DJKI) untuk mengikuti Pameran dan Resepsi dalam rangka Perayaan 50 tahun ASEAN pada pembukaan World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assembly yang dihelat di Genewa Swiss yang di hadiri hampir seluruh belahan dunia. (antarajatim)
Surabaya (Antara Jatim) - Gitaris satu jari Doddy "Mr D" Hernanto yang bergabung dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, menampilkan karya inovasi "gitar-gawai" pada World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assembly di Genewa, Swiss.

Mr D dalam keterangan tertulis dari Genewa Swiss kepada Antara Jawa Timur di Surabaya, Rabu mengatakan, dia mendapat kesempatan tampil bertepatan hari pembukaan WIPO, Senin (2/10) bersama utusan negara dari hampir seluruh belahan dunia.

"Satu lagi karya orang Indonesia tampil di pentas dunia. Saya sudah empat hari di sini (Swiss, red). Syukurlah karya anak bangsa kolaborasi gitar gawai (G2) ini bisa tampil di sini," ujar Mr D yang hadir memenuhi undangan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelectual (DJKI) untuk mengikuti Pameran dan Resepsi dalam rangka Perayaan 50 tahun ASEAN pada pembukaan (WIPO) yang dihelat badan PBB itu.

Kehadiran Mr D merupakan wujud penghargaan pemerintah Indonesia kepada pencipta karya intelektual di bidang musik berbasis gabungan analog digital (AD) yang telah diakui oleh lembaga paten karya intelektual dunia yang berbasis di Geneva Swiss.

Doddy mendapat kesempatan untuk menampilkan kolaborasi gitar gawai (G2) karyanya. Yakni berupa gitar yang dipadu gadget (gawai) yang diukir oleh seniman ukir Bali I Wayan Tuges.

Gitar gawai signature series Mr D berlabel Rick Hanes yang diukir khusus oleh seniman Bali I Wayan Tuges itu dipamerkan sepuluh hari di WIPO tanggal 2-11 Oktober 2017.

Pada pembukaan, Senin (2/10), dia diberi kesempatan untuk tampil solo gitar menggunakan gitar akustik bergawai ukiran I Wayan Tuges. Doddy juga tampil solo dengan kreasi satu jari.

"Saya juga tampil kolaborasi dengan musik angklung yang dimainkan oleh musisi Indonesia yang ada di Swiss dengan konduktur Chandra Darusman," ujar Doddy yang tak lupa bersyukur atas karya inovasi yang mewarnai pentas dunia itu.

Mr D yang awalnya di Surabaya dikenal sebagai gitaris satu jari, sempat terjun dalam aktivitas pelestarian satwa langka, pelestarian budaya peninggalan sejarah, melukis dan berkolaborasi dengan sejumllah musisi seperti pelopor gitar leher ganda Balawan. (*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0662 seconds memory usage: 0.57 MB