Selasa, 17 Oktober 2017

Menpora Buka Liga Santri Nasional di Trenggalek (Video)

id LSN, liga santri, trenggalek, olahraga, sepakbola,
Menpora Buka Liga Santri Nasional di Trenggalek (Video)
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi (kanan) bersama Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak (tengah) menggiring bola sebagai simbolis pembukaan Liga Santri Nusantara 2017 di Stadion Menaks Sopal, Trenggalek, Jawa Timur, Minggu (17/9) (Destyan Sujarwoko)
"Ini artinya apa, kami ingin memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak kita di seluruh penjuru Tanah Air untuk menjadikan sepakbola ini sebagai opsi agar kelak mereka masuk dalam kancah profesional," ujarnya.
Trenggalek (Antara Jatim) - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi membuka langsung
penyelenggaraan Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional 1 Jawa Timur
yang dipusatkan di Kabupaten Trenggalek, Minggu.

"Kick off" LSN 2017 Regional 1 Jatim yang diikuti 32 pondok
pesantren dari 13 kabupaten/kota dari dua eks-Karesidenan Kediri dan
Madiun itu dilakukan Nahrawi dengan menggiring bola bersama Bupati
Trenggalek Emil Elestianto Dardak dari tengah Stadion Menak Sopal hingga
berhasil ditendang masuk gawang.

Aksi kedua tokoh muda nasional dan kepala daerah itu sempat membuat
penonton yang didominasi santri bertepuk riuh begitu Nahrawi yang
mantan Ketua GP Ansor tersebut sukses menceploskan bola ke dalam gawang
kiper.

Simbolis itu menjadi rangkaian akhir pembukaan LSN 2017 Regional 1
Jatim, dan dilanjutkan dengan pertandingan perdana tim sepak bola santri
perwakilan Trenggalek melawan juara bertahan dari Ponpes Mayak,
Ponorogo.

"Penyelenggaraan LSN ini diharapkan bisa menjadi salah satu wadah
dalam menampung bakat atlet sepak bola di usia dini," kata Imam Nahrawi
dikonfirmasi usai kick off LSN 2017 di Trenggalek.

Tak hanya memberi ruang bakat-bakat pesepakbola dari lingkungan
ponpes, Nahrawi berharap penyelenggaraan LSN bisa menjadi solusi bagi
PSSI dalam menjaring bibit-bibit muda sejak usia dini.

Ia bahkan menyatakan tak segan untuk terus memperbanyak kompetisi
sepak bola piala Menpora di beberapa jenjang kelompok usia demi
meningkatkan mutu sepak bola nasional, baik dalam jangka pendek,
menengah maupun jangka panjang.

"Ini artinya apa, kami ingin memberi ruang seluas-luasnya kepada
anak-anak kita di seluruh penjuru Tanah Air untuk menjadikan sepakbola
ini sebagai opsi agar kelak mereka masuk dalam kancah profesional,"
ujarnya.

Bergulirnya Liga Santri Nasional 2017 Regional 1 di Trenggalek ini
juga ditandai dengan penandatanganan bola oleh Menpora Imam Nahrawi yang
diserahkan kepada Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

Turut serta dalam kick off tersebut Ketua RMI Abdul Gofar Rozin dan
sejumlah tokoh NU, GP Ansor, Banser dan sejumlah pimpinan pondok
pesantren dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya di pembukaan LSN, Bupati Trenggalek Emil
Elestianto Dardak mengaku bersyukur atas penyelenggaraan LSN 2017 yang
melibatkan beberapa daerah di wilayah Mataraman, bisa dilaksanakan di
Kabupaten Trenggalek.

"Kabupaten Trenggalek siap mendukung program Kementrian Pemuda dan
Olahraga, termasuk dalam penyelenggaraan Liga Santri ini. Apalagi dari
liga ini ada atlet sepak bola nasional yang ikut membela bangsa.
Trenggalek sangat serius untuk bisa ikut menyumbangkan bibit muda
olahraga," kata Emil dalam sambutannya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat atlet senam dan tenis meja
Trenggalek telah berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk bangsa ini
dalam Sea Games di Malaysia.

"Bahkan untuk cabor tenis meja sendiri berhasil menyumbangkan 2 medali dari nomor beregu dan perorangan," kata Emil Dardak.

Emil menegaskan Daerah yang dipimpinnya sangat serius menyukseskan
program-program Kementrian Pemuda dan Olahraga, namun sayangnya
Trenggalek belum mempunyai GOR dan stadion yang memadai.

"Ke depan tentunya kami sangat berharap ada bantuan dari pusat
untuk bisa meningkatkan fasilitas tersebut dan Trenggalek siap
berkontribusi," ujarnya.

Sementara itu, Ketua RMI Abdul Gofar Rozin atau yang erat dikenal
denga Gus Rozin mengapresiasi meningkatnya minat terhadap Liga Santri
tahun ini, dimana ada sebanyak 1.048 pondok pesantren yang mengirim
timnya dalam kompetisi LSN 2017.

"Jumlah ini meningkat dari tahun lalu sebanyak 800-an kesebelasan.
Seperti halnya yang disampaikan oleh Bupati Trenggalek, dari Liga Santri
ini muncul atlet yang membanggakan yang mampu berbicara di kancah
internasional," ujar Gus Rozin.

Diharapkan oleh panitia penyelenggara dengan digelarnya liga santri
ini, akan muncul santri-santri berbakat dalam olah raga bergengsi sepak
bola. Sebanyak 32 tim ini akan memperebutkan piala Bupati Trenggalek.

LSN di Trenggalek ini diawali dengan Tari Nusantara oleh 1.500 guru
PAUD di Kota Keripik Tempe Trenggalek yang juga diikuti oleh Menpora.

Hiburan lainnya tari khas Kabupaten Trenggalek Turonggo Yakso oleh
Sanggar Ngesti Laras Budoyo SMA N 1 Karangan, Atraksi Seni Beladiri
Pagar Nusa.

Laga perdana LSN Regional 1 Jatim bertanding Tim Sepak Bola Ponpes
Darul Huda Mayak Ponorogo melawan Ponpes Bumi Hidayah At Taqwa
Trenggalek. (*)
Video oleh: Destyan H Sujarwoko

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0099 seconds memory usage: 0.61 MB