Hakim Kabulkan Pengalihan Penahanan Terdakwa Henry

id Henry J Gunawan, Pengalihan Penahanan

Hakim Kabulkan Pengalihan Penahanan Terdakwa Henry

Pelaksanaan sidang Henry J Gunawan, Kamis (14/9) (ist)

Surabaya (Antara Jatim) -  Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai Unggul Warso Mukti mengabulkan pengalihan penahanan terdakwa Henry J Gunawan dari tahanan negara menjadi tahanan kota dengan alasan sakit yang diderita terdakwa.

"Mengabulkan permohonan pengalihan penahanan terdakwa dari tahanan negara menjadi tahanan kota," kata Hakim Unggul Warso saat membacakan surat penetapan pengalihan penahanan Henry di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis.

Pengalihan penahanan dari tahanan  negara menjadi tahanan kota itu merujuk pada permohonan yang diajukan Henry J Gunawan melalui tim kuasa hukumnya. Sakit jantung menjadi pertimbangan majelis hakim untuk mengabulkan penangguhan penahanan Henry. Selain itu ada jaminan keluarga yang menjamin Henry tidak melarikan diri.

Sebelum menangguhkan penahanan Henry, Hakim Unggul Warso Mukti juga menunda jadwal persidangan Henry hingga Senin, 25 September 2017 dengan agenda putusan sela. 

Secara terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso menolak eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum Henry J Gunawan karena menurutnya, eksepsi tersebut sudah masuk ke materi pokok perkara.

"Sehingga persidangan ini harus dilanjutkan ke pembuktian," ucap Jaksa Ali Prakoso saat membacakan nota jawabannya.

Sementara, M Sidik Latuconsina selaku kuasa hukum terdakwa Henry J Gunawan mengaku yakin eksepsinya akan diterima hakim. Menurutnya, perkara pidana kliennya harus ditunda karena adanya gugatan perdata yang saat ini sedang disidangkan di PN Surabaya. 

"Tentu saja pemeriksaan perkara pidananya harus ditunda dulu, karena kami sedang mengajukan gugatan perdata yang saat ini juga sedang disidangkan,"kata M Sidik saat dikonfirmasi usai persidangan. 

Perkara pidana Henry J Gunawan ini bermula dari laporan Notaris Caroline C Kalampung.  Saat itu, Notaris Caroline mempunyai seorang klien yang sedang melakukan jual beli tanah sebesar Rp4,5 miliar. Setelah membayar ke Henry, korban tak kunjung menerima Surat Hak Guna Bangunan (SHGB).

Namun, Saat korban ingin mengambil haknya, Henry J Gunawan mengaku bahwa SHGB tersebut di tangan notaris Caroline. Namun setelah dicek, Caroline mengaku bahwa SHGB tersebut telah diambil seseorang yang mengaku sebagai anak buah Henry.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar