Sabtu, 23 September 2017

Disperinaker: UKM Bojonegoro Kesulitan Memasarkan Produksi

id Disperinaker Bojonegoro, pelaku usaha Kecil Menengah (UKM), industri kreatif, pemasaran melalui digital,
Disperinaker: UKM Bojonegoro Kesulitan Memasarkan Produksi
Disperinaker Bojonegoro menggelar workshop" pemasaran berbasis digital dengan mendatangkan nara sumber dari Google Indonesia, Kamis (14/9). (Humas Bjn/Slamet Agus Sudarmojo)
Kami selama ini selalu menerima keluhan dari para pelaku UKM selalu kesulitan dalam memasarkan produksinya.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Jawa Timur, Agus Supriyanto mengatakan para pelaku usaha kecil dan menengah di daerah ini kesulitan memasarkan produksi.

"Kami selama ini menerima keluhan dari para pelaku UKM selalu kesulitan dalam memasarkan produksinya," kata dia, dalam "workshop" pemasaran berbasis digital dengan tema "Business Development With Digital Marketing" di Bojonegoro, Kamis.

Oleh karena itu, menurut dia, "workshop" yang digelar bekerja sama dengan Google Indonesia, Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) daerah setempat dengan tujuan untuk menyosialisasikan konsep pemasaran melalui teknologi digital kepada pelaku UKM

"Kami mengharapkan setelah ini pelaku UKM juga industri kecil menengah (IKM) dan pelaku industri kreatif bisa berubah menuju pemasaran digital agar bisa memperoleh konsumen," kata dia menegaskan.

Pada kesempatan itu, perwakilan Google Indonesia Ardianto mengharapkan semua orang bisa paham digital sekaligus mampu memanfaatkan secara efektif. Sebab, sekarang pemasaran semua produk melalui teknoligi digital.

"Sangat disayangkan apabila teknologi dan kesempatan yang sudah tersedia ini dilewatkan begitu saya," katanya.

Apalagi, lanjut dia, manfaat dari pemasaran produk secara digital, yakni meningkatkan pendapatan dan penjualan, memperoleh pelanggan baru, dan bisa meningkatkan hubungan pelanggan.

Google Indonesia, lanjut dia, membuat program digital agar masyarakat indonesia, terutama sektor industri UKM bisa memanfaatkan layanan pemasaran secara digital sebagai media bisnis.

Dengan demikian, katanya, pemasaran UKM tidak hanya sebatas di toko, tetapi bisa melalui toko online sehingga peluang pemasaran bisa semakin luas. Diharapkan kedepan pelaku IKM, UKM dan pelaku industri kreatif bisa mendapatkan pelanggan baru.

Perwakilan Inovatif dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (Ikkon) Bojonegoro Suci Apriani menambahkan pelaku UKM sekarang bisa membuat laman sederhana yang tersedia di google bisnis untuk memasarkan produksinya.

Industri konomi kreatif di Bojonegoro, lanjut dia, bisa lebih berkembang, apabila IKM dan UKM memiliki pengetahuan yang cukup tentang dunia digital.

"Produk-produk yang dihasilkan nantinya bisa dipasarkan seluas-luasnya lewat media sosial maupun teknologi digital lainnya tanpa bingung memikirkan tempat berjualan," kata dia menjelaskan.

Dalam "workshop" itu dihadiri para pelaku industri kreatif , pelajar, akademisi, guru, relawan teknologi informasi dan komunikasi (RTI) dan masyarakat umum. (*)






Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0065 seconds memory usage: 0.58 MB