Sabtu, 23 September 2017

Lima Remaja Surabaya Ikuti Rekrutmen Pilot Citilink (Video)

id Lima Remaja Surabaya, Ikuti Rekrutmen, Pilot Citilink
Lima Remaja Surabaya Ikuti Rekrutmen Pilot Citilink (Video)
Lima remaja warga Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu mendapatkan kesempatan mengikuti program rekruitmen calon pilot di Citilink Indonesia. Hal itu setelah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Citilink Indonesia di Balai Kota Surabaya, Kamis.(Abdul Hakim)
Saya atas nama Pemkot Surabaya dan warga Surabaya mengucapkan terima kasih kepada PT Citilink Indonesia yang mau dan bisa menampung anak-anak kami yang kami sekolahkan pilot
Surabaya  (Antara Jatim) - Lima remaja warga Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu mendapatkan kesempatan mengikuti program rekruitmen calon pilot di maskapai  penerbangan Citilink Indonesia.

"Saya atas nama Pemkot Surabaya dan warga Surabaya mengucapkan terima kasih kepada PT Citilink Indonesia yang mau dan bisa menampung anak-anak kami yang kami sekolahkan pilot," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkot Surabaya dengan Citilink Indonesia di Balai Kota Surabaya, Kamis.

Menurut Risma, lima remaja tersebut akan disekolahkan kembali untuk mengambil lisensi type rating pesawat A320 atau sesuai tipe pesawat Citilink Indonesia.

Kelima calon pilot dari keluarga kurang mampu ini sebelumnya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Surabaya dan baru lulus dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi.

Diterimanya lima anak muda Surabaya bersekolah di Citilink itu merupakan salah satu poin dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara Pemkot Surabaya dan Citilink Indonesia.

Selain pemberdayaan sumber daya manusia, lanjut dia, poin kerja sama tersebut juga berupa Citilink Indonesia membantu memperluas akses pasar produk makanan ringan dari pengusaha UMKM binaan Pemkot Surabaya.

Dua produk UMKM Surabaya adalah almond crispy dan nastar nantinya dijual di pesawat-pesawat di seluruh jaringan penerbangan nasional Citilink Indonesia.

Pada saat sambutan, Risma sempat menangis bahagia. Dia mengaku sempat gundah dan stres dengan adanya kabar ada kurang lebih 1.200 anak yang sekolah pilot tidak dipekerjakan karena over supply dan ketatnya persaingan.

Karenanya, begitu Citilink bersedia menampung lima anak Surabaya yang lulus dari BP3 tersebut, wali kota mengaku senang.

"Ketika tahu berita itu, saya sempat khawatir, bagaimana dengan anak-anak Surabaya ini. Begitu tahu Citilink mau menerima, kepala saya rasanya seperti diguyur air es. Saya bersyukur Citilink berkenan menampung anak-anak ini," ujarnya.

Adapun kelima anak Surabaya yang disekolahkan di Citilink tersebut yakni Adyatma K Wijaya, Rizal Awalludin, M Salman Alfarisy, M Sayifudin, dan M Iqbal Muttaqin.

Lima anak tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan Pemkot Surabaya. Dulu yang mendaftar ada 50 anak, Pemkot Surabaya mem-plot ada 10 anak yang masuk. Namun, setelah dilakukan seleksi, hanya lima yang lolos.

"Mereka ini tersebar dari kampung-kampung dari keluarga tidak mampu. Kami cek sendiri rumahnya dan pekerjaan orang tuanya. Karena itu, kalau mereka diterima, saya pesan agar memberikan yang terbaik untuk Citilink. Saya ingin mereka mengangkat derajat keluarganya," ujarnya.

Selain pilot, lanjut dia, Pemkot Surabaya nantinya juga akan memberikan akses bagi anak-anak Surabaya untuk menjadi pramugari. "Kami akan beri kesempatan kepada anak-anak Surabaya untuk bisa jadi pramugari," ujarnya.

Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo menyampaikan pihaknya merasa bangga dan terhormat bisa membangun kerja sama dengan Pemkot Surabaya dalam dua bidang strategis.

Adapun dua bidang yang dimaksud adalah pengembangan sumber daya manusia melalui program rekruitmen pilot dan awak kabin, serta aktivitas bisnis dalam upaya memperluas akses atau jangkauan wilayah pasar produk UMKM dari Surabaya di jaringan penerbangan nasional yang diterbangi Citilink Indonesia.

"Citilink Indonesia merasa bangga dan terhormat bisa membangun kerja sama dengan Pemkot Surabaya, khususnya dalam membuka kesempatan untuk menjadi pilot dan awak kabin (flight attendant) serta kolaborasi dalam perluasan strategi pemasaran kedua belah pihak yang saling menguntungkan," ujarnya.

Menurutnya, lima calon pilot warga Surabaya tersebut akan disekolahkan Citilink Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk memperoleh lisensi type rating pesawat Airbus A320 sehingga nantinya dapat bergabung dengan keluarga besar karyawan Citilink Indonesia.

Mengenai kerja sama bisnis, Juliandra mengtatakan Citilink Indonesia membantu memperluas akses pasar produk makanan ringan dari pengusaha UMKM binaan Pemkot Surabaya melalui penjualan di pesawat-pesawat di seluruh jaringan penerbangan nasional Citilink Indonesia.

Dengan demikian diharapkan terbangun standar kualitas mutu produk UMKM yang unggul serta munculnya kepercayaan publik yang luas akan prouk-produk UMKM asal Surabaya.

"Dengan strategi pemasaran yang baik mulai dari aspek segmentasi, target pasar maupun market positioning-nya, diharapkan dapat mengatasi hal-hal yag selama ini menjadi kelemahan fundamental produk-produk dari UMKM," katanya.

Salah satu calon pilot dari Surabaya M Salman Alfarisy (21) mengaku sangat bersyukur. Dia berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya dan juga PT Citilink Indonesia atas kesempatan yang diberikan.

Warga Siwalankerto ini mengaku sempat khawatir begitu tahu ada berita over supply pilot. "Tapi kami berusaha fokus menyelesaikan pendidikan dan Alhamdulillah kami mendapatkan kesempatan ini. Tadi kami dipesani Bu Risma untuk memberikan yang terbaik dan jangan lupa membantu orang tua, saudara dan sesama," katanya. (*)
Video oleh: Abdul Hakim

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1564 seconds memory usage: 0.61 MB