Bondowoso Minta Pola Kerja Sama Harus Ada Pengendali

id TPID eks-Karesidenan Besuki

Bondowoso Minta Pola Kerja Sama Harus Ada Pengendali

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bondowoso. (Novi.H)

Bondowoso (Antara Jatim) - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bondowoso Muhammad Erfan mengatakan pola kerja sama antardaerah di eks-Karesidenan Besuki dan Kabupaten Lumajang guna pengendalian inflasi harus ada pengendali.

"Kalau nantinya kerja sama lima kabupaten (Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Banyuwangi) dalam hal kebutuhan bahan pokok tidak ada pengendali akan susah untuk mengetahui kabupaten mana yang kekurangan dan membutuhkan suplai produk karena tidak swasembada," katanya di Bondowoso, Jawa Timur, Rabu.

Ketika pola kerja sama lima kabupaten itu ada yang mengendalikan, lanjut dia, nantinya kabupaten satu dengan yang lainnya dapat dengan mudah memasok produk bahan pokok ke kabupaten yang kekurangan atau defisit salah satu komoditas.

Dengan demikian, kata dia, kerja sama antardaerah di lima kabupaten eks-Karesidenan Besuki dan Kabupaten Lumajang tidak hanya mengendalikan inflasi atau kenaikan harga-harga, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah lima kabupaten.

"Misalnya Perwakilan Bank Indonesia di Jember atau Badan Perwakilan Wilayah Jawa Timur (Baperwil Jatim) sangat pas menjadi pengendali dalam pola kerja sama lima kabupaten ini," katanya.

Sebelumnya, pada Selasa (12/9) Tim Pengendali Inflasi Daerah atau TPID di eks Karesidenan Besuki dan Kabupaten Lumajang menggelar rapat koordinasi wilayah di Pendopo Kabupaten Situbondo dan membahas serta merumuskan pola kerja sama antardaerah yang diprakarsai Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur.

Dari hasil rapat koordinasi wilayah TPID itu, lima kabupaten, yakni Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, dan Banyuwangi, akan segera menandatangani kerja sama terkait pemenuhan kebutuhan pokok jika salah satu dari lima kabupaten tersebut mengalami kekurangan atau defisit produk dan memasok produk ketika surplus. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar