Sabtu, 23 September 2017

Pokdarwis Kelola Wisata Goa Pertapan Tulungagung

id goa pertapan, wisata goa
Pokdarwis Kelola Wisata Goa Pertapan Tulungagung
Wisatawan menikmati suasana di pintu Goa Pertapan, Tulungagung. (Dok/IST)
"Goa ini baru ditemukan sekitar setahun lalu. Wisata ini cocok untuk mereka yang memiliki jiwa petualangan," katanya.
Tulungagung (Antara Jatim) - Pengelolaan objek wisata Goa Pertapan yang berlokasi di Desa Sedayugunung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur sejauh ini belum optimal meski akses menuju kawasan perbukitan kapur ini cukup mudah.
    
"Memang belum ada pengelolaan sama sekali. Sejauh ini yang kami lakukan sebatas melakukan inventarisasi atas objek wisata yang ada," kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesona Tanah Leluhur Siswoyo di Desa Sedayugunung, Kecamatan Besuki, Tulungagung, Rabu.
    
Akses menuju objek wisata goa yang sebagian besar batuan staglatit dan staglamit dalam goa sudah mati itu cukup mudah, karena berada tak jauh dari jalan alternatif Tulungagung-Trenggalek.
    
Namun untuk mencapai mulut goa, pengunjung diharuskan berjalan melalui ladang warga sekitar 50 meter dengan jalur yang menurun cukup tajam (curam).
    
Goa Pertapan yang banyak dihuni kelelawar liar dan memiliki kontur berlapis dengan panjang sekitar 200 meter.
    
Lokasinya yang berada di perbatasan Kecamatan Watulimo, Trenggalek dan berseberangan dengan goa Lowo yang ada di balik bukit tersebut memunculkan spekulasi bahwa kedua goa tua ini saling terhubung.
    
"Ada saluran yang sebagian tertutup aliran sungai bawah tanah di dalam. Untuk mengaksesnya diharuskan menyelam dulu, namun kami belum pernah mencobanya," kata Siswoyo.
    
Selain keindahan panorama dalam goa yang masih alami, wisatawan atau pengunjung yang menyusuri goa pertapan juga bisa menikmati telaga kecil yang berada persis di pintu keluar destinasi wisata yang masaih alami ini.
    
"Goa ini baru ditemukan sekitar setahun lalu. Wisata ini cocok untuk mereka yang memiliki jiwa petualangan," katanya.
    
Lokasi Goa Pertapan berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Tulungagung. Perjalanan menuju Desa Sedayugunung dimana Goa Pertapan berada bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam tempo kurang sejam.
    
Untuk bisa memasuki dan melakukan kegiatan susur goa ini, warga yang tergabung Pokdarwis Pesona Tanah Leluhur menyediakan jasa pendampingan bagi pengunjung.
    
"Sementara belum kami berlakukan tiket masuk ataupun jasa parkir dan semacamnya. Fokus kami saat ini adalah memperkenalkan objek wisata Goa Pertapan agar lebih dikenal sehingga diminati wisatawan," katanya.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1889 seconds memory usage: 0.58 MB