Rabu, 18 Oktober 2017

Soekarwo Dorong Penambahan Modal Investasi di Jatim

id Soekarwo, penambahan modal investasi, Jatim
Soekarwo Dorong Penambahan Modal Investasi di Jatim
Gubernur Jatim, Soekarwo (kanan) saat meresmikan Pusat Informasi "Go Public" di Gedung Bursa Efek Indonesia di Surabaya, Selasa (29/8) (Istimewa)
Investor Jatim termasuk paling aktif, dan nilai rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp500 miliar dari total seluruh transaksi Indonesia yaitu Rp7,5 triliun.
Surabaya (Antara Jatim) - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mendorong adanya penambaham modal investasi yang ada di wilayah setempat, karena lebih efektif daripada mencari investor baru sebab tidak perlu izin prinsip.

"Daripada harus mencari investor untuk melakukan 'direct investment', lebih baik menambah modal perusahaan sehingga prospeknya lebih jelas," kata Soekarwo di Surabaya, Selasa.

Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo saat meresmikan Pusat Informasi "Go Public" di Gedung Bursa Efek Indonesia Surabaya mengatakan, Pemprov Jatim terus aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada kalangan dunia usaha.

Tujuannya, kata dia, agar mereka mau memperbesar kapasitas perusahaan yang ada dengan penambahan modal, sebab tidak perlu ada izin prinsip terkait urusan tanah dan lainnya.

"Pusat Informasi Go Public ini juga akan membuat peluang kapitasi Jatim menjadi lebih efisien, karena selain perusahaannya mendapa dana segar dari pasar modal, pengelolaannya juga akan semakin profesional," katanya.

Oleh karena itu, Pakde Karwo optimistis pembukaan Pusat Informasi Go Public, Bursa Efek Indonesia di Surabaya akan memperluas potensi ekonomi Jatim.

Sebab, keberadaan pusat informasi sekaligus konsultasi tersebut bisa memberi solusi bagi perusahaan yang ingin menambah modal untuk pengembangan usahanya.

"Posisi Jatim sebagai penghubung Indonesia Timur memang membutuhkan pembiayaan besar, tapi juga merupakan peluang jika bisa dimaksimalkan apalagi pasarnya mencapai hampir 120 juta orang," tuturnya.

Menurutnya, saat ini uang yang beredar di Jatim mencapai Rp500 triliun, namun ada sekitar Rp360 triliun uang yang ada di masyarakat dan belum masuk pada industri jasa keuangan.

Sementara itu, Direktur PT BEI Nicky Hogan mengatakan tujuan didirikannya Pusat Informasi Go Public supaya semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan peluang memperoleh pendanaan.

Selain itu, juga mempermudah akses masyarakat Jatim mengakses pendanaan, sehingga peningkatan ekonomi di pasar modal bisa dinikmati semua pihak.

"Kehadiran Pusat Informasi Go Public itu diharapkan bisa memperbanyak kehadiran perusahaan dalam memanfaatkan pendanaan dari pasar modal," katanya.

Nicky mengatakan, kontribusi pasar modal terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, dan berdasarkan data yang ada total penggalangan dana pada tahun 2016 mencapai Rp674 triliun, bahkan sampai Juli 2017 tercatat mencapai Rp481 triliun.

Sedangkan jumlah total investor hingga Juli 2017 telah menembus 1 juta investor, dan Jatim sendiri mencapai 71 ribu investor.

"Investor Jatim termasuk paling aktif, dan nilai rata-rata transaksi hariannya mencapai Rp500 miliar dari total seluruh transaksi Indonesia yaitu Rp7,5 triliun," katanya.(*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0723 seconds memory usage: 0.58 MB