Dinas Kearsipan Kediri Target Koleksi 15 Ribu Judul Buku

id Dinas Kearsipan, Target Koleksi, 15 Ribu, Judul Buku, pemkot kediri, kota kediri

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri Dewi Sartika. (Foto Asmaul Chusna)

Kediri (Antara Jatim) - Jumlah koleksi buku di perpustakaan daerah, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Jawa Timur, akan ditambah hingga 15 ribu judul, sehingga lebih lengkap dan pembaca dengan leluasa mencari referensi judul buku yang diinginkan.
     
"Saat ini total koleksi ada sekitar 10 ribu judul buku. Kami target bisa 15 ribu judul buku dan itu dilakukan secara bertahap," kata Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri Dewi Sartika di Kediri, Sabtu.
     
Ia mengatakan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, juga sudah mengalokasikan anggaran untuk pembelian buku baru. Namun, jumlahnya tidak terlalu besar, sekitar Rp75 juta. Anggaran itu untuk pembelian buku-buku umum.
     
"Buku yang akan kami suplai yang dibutuhkan masyarakat, misalnya psikologi anak, serta buku-buku untuk SMA nonpelajaran. Buku itu adalah untuk pengembangan," ujarnya.
     
Ia mengakui, anggaran yang ada pada APBD 2017 untuk pengembangan minat baca masih sangat sedikit. Untuk itu, ia fokus untuk pembelian beragam kebutuhan guna menumbuhkan minat baca, terutama buku. Sementara, untuk kendaraan, belum dilakukan. 
     
Pada 2018, ia juga sudah berencana untuk pembelian buku lebih banyak lagi, dengan harapan semakin menambah koleksi buku. Selain itu, anak-anak yang membaca juga lebih senang, karena banyaknya koleksi baru. 
     
Dewi juga menambahkan, saat ini berupaya keras untuk menumbuhkan minat baca anak-anak. Beragam upaya dilakukan agar anak-anak senang dan membiasakan diri dengan budaya membaca. Kegiatan itu misalnya dengan mengadakan acara yang melibatkan berbagai macam unsur, baik budayawan maupun anak sekolah.
     
Selain itu, ia juga sudah meminta tim yang bertugas untuk perpustakaan keliling berkunjung ke sejumlah titik dengan membawa buku. Mereka biasanya ke sekolah, taman, serta titik-titik lain yang menjadi titik kumpul masyarakat.
     
"Kami juga keliling setiap hari ke sekolah, taman. Kami juga ada tambahan kegiatan saat hari kunjung perpustakaan dengan kegiatan ke arah pengembangan minat baca," ujarnya. 
     
Dewi mengaku prihatin jika anak-anak ternyata lebih senang bermain dengan gawai ketimbang membaca buku. Saat ini, pelajar menghadapi dunia yang serba canggih dengan teknologi, sehingga peran orangtua juga diharapkan bisa lebih mengontrol mereka untuk belajar.
     
Ia juga berharap, dengan beragam kegiatan serta upaya menambah koleksi di perpustakaaan daerah, akan lebih meningkatkan minat baca, terutama pada anak-anak. Mereka juga bisa lebih berprestasi dan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dengan membaca buku. (*)
 
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar