Minggu, 22 Oktober 2017

"Si Brilian" Teknologi Baru Atasi OPT di Kabupaten Malang

id Si Brilian, hama tanaman, kabuapten malang
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Malang M Nari Abdul Wahid (Endang Sukarelawati (Antarajatim))
Malang (Antara Jatim) - Dinas Tanaman pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menciptakan "Si Brilian", yakni aplikasi berbasis internet untuk mengatasi organisme penganggu tanaman (OPT) yang secara masif menyerang tanaman di wilayah itu.

Menurut Kepala DTPHP Kabupaten Malang M Nasri Abdul Wahid di Malang, Minggu, aplikasi Si Brilian yang diciptakannya itu berfungsi sebagai peringatan dini bagi dunia pertanian dalam mengantisipasi dan mencegah berkembangnya hama tanaman pangan yang menggerogoti lahan pertanian di daerah itu.

"Aplikasi ini mudah dipergunakan. Petani yang lahannya terkena hama bisa laporan langsung melalui sistem Si Brilian. Teknisnya, dengan memotret dan video yang telah ditanamkan dalam aplikasi," kata.

Aplikasi Si Briliantersebut merupakan kepanjangan dari Sistem Informasi Brigade Perlindungan Tanaman. Aplikasi tersebut diciptakan sendiri oleh Nasri. Si Brilian memiliki kemampuan yang cepat dalam memantau dan mencegah wabah hama tanaman sebelum berkembang biak dan meluas.

Fitur-fitur aplikasi ini dibuat dengan sederhana dan berisikan lokasi, jarak, video, foto. Setelah dilakukan pengisian dalam aplikasi akan langsung terkirim pada server yang ada di Kantor DTPHP Kabupaten Malang. Saat petani atau petugas mengirimkan pantauannya, dinas bisa langsung melakukan analisis dan terjun ke lokasi yang sudah dikirimkan.

Aplikasi yang dinilai sederhana tesrebut menjadi keunggulan yang bisa dipakai melalui telepon genggam. Dinas bisa langsung cepat bertindak apabila ada tanda-tanda lahan yang diserang hama. Penerapan teknologi berbasis internet ini lebih cepat dan rinci dibanding dengan pemantauan dan pelaporan konvensional.

"Aplikasi ini membuat langkah dinas bisa lebih cepat, efektif dan efisien dalam menghadapi permasalahan hama di Kabupaten Malang," ucapnya.

Nasri mengakui Si Brilian diciptakan menyikapi semakin kompleksnya permasalahan pertanian serta dipicu adanya anomali cuaca dalam beberapa tahun terakhir ini akibat perubahan iklim ekstrem. "Apalagi wilayah Kabupaten Malang yang sangat luas dan tidak mungkin terpantau secara merata oleh petugas pertanian," ujarnya.

Si Brilian tersebut sudah diujicobakan dan hasilnya cukup menggembirakan karena lebih mudah dan cepat alam mengatasi serangan hama tanaman petani.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0071 seconds memory usage: 0.57 MB