Dinas Perdagangan Bojonegoro Ambil Contoh Garam

id harga beras di Bojonegoro, pengadaan di bojonegoro, tanaman padi, harga beras di Bojonegoro stabil, harga beras, serangan hama wereng c oklat, bulog subdivre III Bojonegoro, pasar murah, hjarga garam di Bojonegoro, pasar kota, pasar banjarjo,

Dinas Perdagangan Bojonegoro Ambil Contoh Garam

Seorang pedagang yang menjual garam halus dan krosok di Pasar Kota, Bojonegoro, Sabtu (12/8). (Slamet Agus Sudarmojo)

Kami sudah menerjunkan tim ke sejumlah pasar tradisional untuk mengambil contoh garam untuk diteliti.
Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur
mengambil contoh garam halus maupun garam krosok di sejumlah pedagang di
pasar tradisional terkait adanya rumor garam oplosan yang dicampur
dengan kristal kaca.


"Kami sudah menerjunkan tim ke sejumlah pasar tradisional untuk
mengambil contoh garam untuk diteliti sehari lalu," kata Kepala Dinas
Perdagangan Pemkab Bojonegoro Basuki, Sabtu.


Ia mengaku belum tahu kepastian terkait rumor yang beredar ada
garam oplosan yang dicampur dengan kristal kaca, disebabkan harga garam
tinggi.


"Ya belum tahu kepastiannya. Masih menunggu hasil peneitian. Tapi
kami sudah mengambil contoh garam di pasar tradisional," ucapnya.


Yang jelas, pihaknya melakukan pemantauan harga garam juga pasokan
di sejumlah pasar tradisional, sebab kebutuhan garam di daerahnya cukup
tinggi, tidak hanya untuk makanan, tetapi juga pakan ternak, industri
telur asin juga untuk kebutuhan lainnya.


Mengenai petugas tim dinas perdagangan mengambil contoh garam
dibenarkan pedagang ikan asin di Pasar Kota, Bojonegoro Susanto yang
juga menjual garam krosok dan halus. "Garam halus saya juga krosok
diambil untuk diperiksa," ujarnya.


Susanto juga pedagang lainnya yang menjual garam Ny. Supinah
mengaku tidak terlalu percaya ada garam dicampur oplosan kristal kaca.


"Kalau ada kristal kaca ya mungkin, tetapi tidak ada kesengajaan
dicampur. Mungkin ketika panen bercampur dengan kristal kaca, seperti
beberapa waktu lalu saya pernah menumbuk garam ada yang tidak bisa
hancur, juga mungkin kristal kaca," ucap Ny. Susanto, menambahkan.


Menurut Susanto, harga garam krosok di pasar setempat sekarang
turun menjadi Rp5.000 per kilogram, yang semula sempat mencapai Rp6.500
per kilogram dan garam halus Rp2.500 per pak (0,25 kilogram).


"Saya masih memiliki garam krosok sekitar 75 kilogram dengan harga
pembelian Rp6.000 per kilogram. Sampai hari ini tidak ada garam impor
yang masuk," ujarnya.


Namun, ia mengaku pernah membeli garam impor dari Australia yang
ditawarkan pedagang dengan harga cukup murah Rp600 per kilogram, sekitar
enam bulan lalu.


"Ketika itu saya menjual Rp1.000 per kilogram," ucapnya.(*)
Pewarta :
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar