Selasa, 22 Agustus 2017

Pasar Gabungan Daring-Nondaring Mulai Dikembangkan

id Daring dan Nondaring
Pasar Gabungan Daring-Nondaring Mulai Dikembangkan
Ilustrasi - tampilan perdagangan daring (Ist)
pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) terus meningkat tiap tahunnya dan telah mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS pada tahun 2016
Surabaya (Antara Jatim) - PT Bimasakti Multi Sinergi (BMS) melalui unit bisnisnya Sentra Bisnis FASTPAY mengembangkan sistem perdagangan baru di Indonesia yaitu Daring-Nondaring atau Online-to-Offline (O2O) dimana menggunakan jaringan lebih dari 90 ribu Outlet Toko Modern FASTPAY.

Direktur Sales and Marketing PT BMS, Suroto di Surabaya, Jumat mengatakan konsep O2O mempermudah konsumen outlet dalam membeli barang yang tidak ditemui di pasar konvensional dimana konsumen cukup datang ke Outlet TOMO FASTPAY terdekat untuk melihat dan membeli barang yang diinginkan.

"Tidak sedikit keuntungan yang bisa didapatkan oleh para outlet melalui e-commerce di Sentra Bisnis FASTPAY ini, pasar dari para outlet adalah pelanggan offline di sekitar outlet mereka sehingga potensi keuntungan dari segi komisi transaksi yang didapat juga sangat besar," katanya.

Ia mengatakan, sistem penjualan barang O2O oleh Outlet TOMO FASTPAY memanfaatkan fleksibilitas marketing secara digital untuk menjangkau bisnis fisik dan pelanggan outlet yang lebih besar.

"Dengan konsep penjualan barang O2O, kami membuka peluang besar bagi para pebisnis skala kecil dan menengah untuk bekerja sama dengan kami menjadi supplier barang untuk dipasarkan di jaringan Outlet TOMO FASTPAY di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke," kata Suroto.

Dengan konsep bisnis penjualan barang O2O, kata dia, bisa memberikan kemudahan bagi pelanggan yang belum terjangkau pasar online dapat dengan mudah mendapatkan barang-barang melalui Outlet TOMO FASTPAY terdekat. 

Ia mengatakan pertumbuhan perdagangan elektronik (e-commerce) terus meningkat tiap tahunnya dan telah mencapai lebih dari 5 miliar dolar AS pada tahun 2016. 

Namun demikian, kata dia, masih ada pasar yang belum tersentuh perdagangan elektronik, sehingga kondep 020 diharapkan menjadi solusi.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.066 seconds memory usage: 0.57 MB