Kamis, 24 Agustus 2017

BNI46 Salurkan Bansos Nontunai PKH di Pakel Tulungagung

id BNI, bansos, PKH, Tulungagung, destyan
BNI46 Salurkan Bansos Nontunai PKH di Pakel Tulungagung
Foto kolase penyaluran bantuan sosial nontunai PKH dihadiri Bupati Tulungagung Syahri Mulyo di Desa Pakel, Tulungagung, Jumat (11/8) (IST/Foto BNI46 For Antara Jatim)
"Uang ini boleh diambil seluruhnya ataupun diambil seperlunya, karena tujuan penyaluran nontunai yang berbasis rekening ini untuk mengajarkan masyarakat agar gemar menabung dan memberikan pemahaman tentang pengaturan keuangan dan ekonomi keluarga," kata Syahri seperti dikutip humas BNI46 cabang Tulungagung.
Tulungagung (Antara Jatim) - Bank Negara Indonesia kembali menyalurkan bantuan sosial nontunai PKH (program keluarga harapan) tahap 1 dan 2 untuk 15.649 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 15 kecamatan, Tulungagung, Jawa Timur.
    
"Hari ini tahap awal penyaluran untuk periode 1 dan 2, dimulai dari Kecamatan Pakel," kata Pemimpin Cabang BNI46 Kabupaten Tulungagung Firdaus Andiko dalam siaran pers yang diterima Antara, Jumat.
    
Ia mengatakan, penyaluran program bansos nontunai PKH untuk 15 kecamatan tersebut akan dilakukan terhitung mulai 11-31 Agustus 2017.
    
Setelah Kecamatan Pakel dan 13 kecamatan lain yang tersebar di Tulungagung bagian barat, selatan hingga timur, penyaluran program bansos nontunai PKH tahap 1 dan 2 akan diakhiri di Kecamatan Pucanglaban.
    
"Untuk tahap awal ini telah tersalurkan sebanyak empat kecamatan, yakni Kecamatan Tulungagung, Campudarat, Pagerwojo, dan Sendang," papar Andiko.
    
Andiko mengungkapkan, jumlah KPM yang akan disalurkan untuk 15 kecamatan sebanyak 15.649 dari total 22.500 KPM se-Tulungagung
    
Penyaluran di Kecamatan Pakel, Jumat dipusatkan di Balai Desa Pakel dengan penerima sebanyak 1.629 KPM yang dihadiri langsung oleh Bupati Tulungagung Syahri Mulyo.
    
Dalam pidato sambutannya, Syahri menyampaikan bahwa penyaluran bansos nontunai PKH sifatnya adalah bantuan yg difokuskan untuk meningkatkan gizi dan mutu pendidikan anak, bukan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari hari.
    
"Maka dari itu oleh Kemensos penerima bantuan nontunai PKH ini mayoritas adalah ibu rumah tangga yang notabene sebagai pengatur ekonomi keluarga," katanya.
    
Ia mengatakan, para penerima bantuan rata-rata menerima sebesar Rp1 juta yang masing-masing tahap sebesar Rp500 ribu.
    
"Uang ini boleh diambil seluruhnya ataupun diambil seperlunya, karena tujuan penyaluran nontunai yang berbasis rekening ini untuk mengajarkan masyarakat agar gemar menabung dan memberikan pemahaman tentang pengaturan keuangan dan ekonomi keluarga," kata Syahri seperti dikutip humas BNI46 cabang Tulungagung.
    
Di akhir siaran persnya, Firdaus Andiko menyampaikan bahwa untuk program nontunai ini Kemensos menunjuk bank pemerintah sebagai penyalur bansos PKH, dan khusus untuk Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek yang dipercaya adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
    
Andiko menjelaskan, tujuan ditunjuknya bank pemerintah sebagai penyalur bantuan nontunai dikarenakan bank negara memiliki sistem yang terintegritas berbasis rekening dalam bentuk kartu keluarga sejahtera (KKS).
    
"Kartu ini lebih dikenal dengan kartu combo karena tidak hanya berisi saldo (uang) namun nantinya dapat berisi kuota sembako, seperti beras, minyak goreng, tepung, gula, dll yang penggunaannya melalui e-warong (elektronik warung gotong-royong) yang mana pengelolanya adalah dari KPM itu sendiri," papar Andiko.

BNI sebagai bank penyalur telah siap menyalurkan program pemerintah ini bahkan dengan program pemerintah yang lainnya, karena secara paralel BNI juga menjalankan program kartu tani dari Kementrian Pertanian.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0078 seconds memory usage: 0.6 MB