Gus Ipul Maknai Kemerdekaan dengan Penguatan Inovasi

id jatim adem, gus ipul, jatim, surabaya, kemerdekaan

Gus Ipul Maknai Kemerdekaan dengan Penguatan Inovasi

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (tiga kanan) saat bernyanyi bersama dan menghibur pengunjung di Alun-Alun Malang beberapa waktu lalu (Foto Fiqih Arfani)

Dulu para pahlawan dan syuhada berjuang merebut Kemerdekaan, saat ini tugas kita untuk mempertahankannya agar bangsa ini tetap maju di segala bidang
Surabaya (Antara Jatim) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menilai Kemerdekaan ke-72 RI dimaknai sebagai penguatan inovasi di berbagai bidang demi terwujudnya kemajuan pembangunan.

"Dulu para pahlawan dan syuhada berjuang merebut Kemerdekaan, saat ini tugas kita untuk mempertahankannya agar bangsa ini tetap maju di segala bidang," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, untuk menjadikan bangsa ini maju maka salah satu yang harus diperkuat adalah di bidang perekonomian agar dengan negara lain bisa bersaing, terutama di era globalisasi sekarang.

Gus Ipul, sapaan akrabnya, menyampaikan inovasi menjadi salah satu cara agar pelaku usaha bisa berjuang dan bertahan di tengah kompetisi perekonomian, baik dalam maupun luar negeri.

"Artinya, tanpa inovasi maka akan tertinggal dan efeknya bangsa ini mengalami kemunduran. Tentu kita tidak ingin terjadi karena kalau sampai mundur maka sebagai generasi penerus, kita gagal menghormati perjuangan pahlawan," ucapnya.

Selain itu, orang nomor dua di Pemprov Jatim tersebut juga menyampaikan saat ini kemajuan teknologi sulit dibendung dan menjadi alat yang bisa memperkuat atau justru meruntuhkan kekuatan negara, tak terkecuali Bangsa Indonesia.

Karena itulah diharapkan masyarakat, terutama generasi muda untuk mampu mengantisipasinya, termasuk menguasai teknologi dan informasi demi menguasai perkembangan dunia.

Tentu saja, lanjut dia, sebagai sumber daya manusia berkualitas maka diwajibkan memiliki banyak inovasi di tengah perkembangan zaman saat ini sehingga tidak tertinggal dengan bangsa lain.

"Kalau motto saat perjuangan dulu adalah 'Merdeka atau Mati', sekarang berubah 'Inovasi atau Mati'. Artinya, kalau tidak ada inovasi maka kita tentu akan mati ditelan semakin majunya zaman," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar