Selasa, 22 Agustus 2017

Pentingnya Menjaga Hati

id Pentingnya Menjaga Hati
Pentingnya Menjaga Hati
KHR Ahmad Azaim Ibrahimy. (Aang Askar Bondowoso)
Puncak keagamaan seseorang berada pada hati. Perbanyaklah ritual, perbaikilah kualitas ibadah, tapi jika hati tergelincir, maka derajat saleh yang disandang orang itu akan jatuh. 

Pengasuh  Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo,  Situbondo,  KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, mengulas masalah pentingnya umat Islam menjaga hati lewat kisah dua orang dengan derajat berbeda jauh di hadapan Allah.  Satunya orang berpredikat saleh,  satunya lagi bajingan.

Si saleh tinggal di pegunungan yang hidupnya lebih banyak diisi dengan ibadah. Sementara si bajingan hidup di perkampungan dekat pasar. Si bajingan hidupnya memalak pedagang-pedagang di pasar. 

Suatu ketika si saleh turun ke pasar di perkampungan untuk membeli kebutuhan hidup. Di perjalanan si saleh dan si bajingan berpapasan. Saar itu keduanya tidak bertegur sapa, bahkan saling membuang muka. 

Lewat momentum perjumpaan itulah,  Allah mencabut derajat saleh si ahli ibadah dan meninggikan derajat si bajingan. Lho, kenapa? 

Rupanya membuang wajah kedua insan itu dilatari motif berbeda. Si saleh membuang wajah karena memandang hina si bajingan, sementara si bajingan merasa malu untuk menatap orang saleh karena mengakui dirinya kotor. 

"Allah yang membolak-balikkan hati. Makanya doanya jangan berhenti di Yaa muqollibal quluub. Diteruskan,  tsabbit qolbi 'alaa diinika," kata cucu dari pahlawan nasional  KHR As'ad Syamsul  Arifin ini. 

Karena itu Kiai Azaim mengingatkan agar umat Islam selalu menjaga hati dan pikiran agar selalu berada di titik positif, khususnya terhadap sesama Muslim.

"Misalnya kita melihat seorang yang hidupnya saleh,  ia banyak mobilnya, rumahnya megah, tidak apa. Asal harta itu tidak bersemayam di hatinya. Sama dengan perahu di lautan, tidak berbahaya. Bahaya kalau air laut sudah masuk ke perahu," kata ulama muda kharismatik ini saat mengisi kajian kitab rutin di Sekretariat IKSASS Rayon Bondowoso, Rabu (9/8) malam. 

Pada kajian yang dihadiri alumni Ponpes Sukorejo,  pengasuh sejumlah ponpes di Bondowoso , termasuk Ketua Dewan Syury IKSASS Rayon Bondowoso KH Salwa Arifin yang juga Wabup  Bondowoso ini, Kiai Azaim mengingatkan umat untuk tidak membicarakan keburukan Muslim lainnya. 

Sebagaimana diingatkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW, jika ada orang membicarakan keburukan Muslim lainnya dikhawatirkan keburukan itu juga akan dikerjakan oleh dirinya sebelum ia mati.(*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.1509 seconds memory usage: 0.61 MB