Bambang Haryo Ajak Masyarakat Waspadai Pemecah Belah Bangsa

id bambang haryo, 4 pilar, mpr, dpr, surabaya, gerindra

Anggota MPR RI Bambang Haryo (tengah) di sela kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika di Surabaya, Sabtu (5/8). (Foto Fiqih Arfani)

Surabaya (Antara Jatim) - Anggota MPR RI Bambang Haryo mengajak masyarakat mewaspadai pihak-pihak pemecah belah bangsa dengan cara memahami Empat Pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Tidak sedikit saat ini oknum dari mana saja dan cara apa saja yang ingin memecah belah NKRI. Maka kita harus mewaspadai," ujarnya di sela Sosialisasi Empat Pilar di Surabaya, Sabtu.

Ia mencontohkan masuknya narkoba dalam jumlah besar hingga berton-ton dari luar negeri menjadi salah satu bukti nyata bahwa ada pihak yang menginginkan bangsa ini rusak.

"Narkoba adalah penghancur, terutama bagi generasi muda. Pemerintah dan masyarakat harus benar-benar mewaspadai sekaligus bersinergi," ucapnya.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu juga menyoroti penguatan empat pilar kebangsaan agar digunakan di kehidupan sehari-hari sehingga menjadi pondasi kuat membentuk bangsa yang berkarakter.

Selain itu, kata dia, politikus yang juga pengusaha di bidang jasa pelayaran tersebut juga menyoroti kebijakan-kebijakan yang dinilainya masih belum berpihak kepada rakyat kecil, antara lain pembangunan jalan tol.

"Kalau jalan tol itu hanya untuk mereka yang bermobil dan kaya. Seharusnya ada kebijakan yang lebih mementingkan keadilan sehingga sama rata," katanya.

Tak itu saja, legislator asal daerah pemilihan 1 (Surabaya-Sidoarjo) tersebut berharap jargon revolusi mental yang didengungkan pemerintah lebih dapat dirasakan rakyat Indonesia dan bukan sebatas jargon.

Sementara itu, dalam sosialiasi empat pilar yang digelar ke-18 kali di daerah pemilihannya tersebut, turut hadir sebagai pembicara seorang guru besar sekaligus pakar komunikasi asal Universitas Dr Soetomo Surabaya Prof Dr Sam Abede Pareno. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar