Kamis, 19 Oktober 2017

Prajurit Yontaifib-1 Marinir Atraksi Terjun Payung di Kediri

id Prajurit Yontaifib-1 Marinir, Atraksi Terjun Payung, di Kediri, tni angkatan laut,
Prajurit Yontaifib-1 Marinir Atraksi Terjun Payung di Kediri
Sejumlah prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Yontaifib-1 Mar) unjuk kebolehan terjun payung memeriahkan kegiatan Bakti Sosial 2017 TNI AL di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (23/7). (Foto Istimewa)
Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap angkatan laut. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan menjaga solidaritas antara angkatan laut dan masyarakat
Kediri (Antara Jatim) - Sejumlah prajurit Batalyon Intai Amfibi-1 Marinir (Yontaifib-1 Mar) unjuk kebolehan terjun payung memeriahkan kegiatan Bakti Sosial 2017 TNI AL di Stadion Canda Bhirawa, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu.
     
Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut (Irjenal) Laksamana Muda TNI Tri Prasojo yang hadir dalam acara itu mengemukakan kegiatan tersebut diselenggarakan dengan maksud untuk mengenalkan angkatan laut di kalangan masyarakat Kabupaten Kediri.
     
"Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenalkan sekaligus meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap angkatan laut. Selain itu, acara ini juga dimaksudkan menjaga solidaritas antara angkatan laut dan masyarakat," katanya di Kediri.
     
Terjun payung itu dipimpin oleh Mayor Marinir Sandi Varikta. Dalam atraksinya, para penerjun berhasil mendarat di "Dropping zone" (DZ) Stadion Canda Bhirawa, Kabupaten Kediri.

 Dari sejumlah penerjun tersebut, ada yang membawa bendera Merah Putih, spanduk Angkatan Laut, spanduk Korps Marinir, dan tiga penerjun CRW (Canopy relative work) membawa spanduk Taifib.
     
Kegiatan terjun payung itu dalam satu rangkaian dengan acara bakti sosial yang diselenggarakan TNI Al. Kegiatan tersebut dibuka dan diresmikan Inspektur Jenderal TNI Angkatan Laut (Irjenal) Laksamana Muda TNI Tri Prasojo, yang mewakili Kepala Staf Angkatan Laut Laksaman TNI Ade Supandi. 
     
Prasojo mengatakan, sesuai dengan perundang–undangan yang ada, TNI khususnya TNI AL selain melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP) juga melaksanakan operasi militer selain perang (OMSP), salah satunya program Bakti TNI AL 2017 Di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
     
Walaupun Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini jauh dari laut, daerah ini tetap menjadi salah satu lokasi tujuan bakti sosial. TNI AL memilih daerah ini, sebagai wujud bahwa TNI AL selalu ada, dimana saja, serta untuk siapa saja untuk ikut serta menyejahterakan rakyat Indonesia. 
     
Kediri juga dinilai banyak melahirkan putra-putra terbaiknya yang bisa mencapai karir puncak di TNI. Pihaknnya berharap dengan kondisi tersebut bisa menjadi motivasi bagi pemuda di Kediri untuk terus memacu diri agar bisa seperti atau bahkan melebihi mereka yang telah berhasil. Mereka juga diharapkan berprestasi di segala bidang. 
     
Prasojo juga berharap, kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi warga. Ia juga meminta, kegiatan bakti sosial ini tidak hanya dilihat secara materi, melainkan upaya meningkatkan kepedulain dalam membantu masyarakat. 
     
"Saya mohon doanya kepada masyarakat Kediri, semoga TNI-AL menjadi kekuatan yang tangguh dalam menjaga maritim di seluruh Indonesia," katanya. 
     
Bakti sosial TNI AL tahun 2017 di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri ini, panitia juga mengadakan kegiatan baik fisik maupun nonfisik. Kegiatan nonfosik di antaranya pelaksanaan komunikasi sosial berupa penyuluhan bela negara, penyuluhan hukum, kesehatan dan kemaritiman yang digelar, sehari sebelumnya, Sabtu (22/7) di SMAN 1 Pare, Kabupaten Kediri.
     
Sedangkan Bakti TNI AL secara fisik di antaranya pemasangan paving jalan dan pemasangan kanopi mushala, renovasi MCK  dan tempat wudlu pesantren Al-Islah Gedang Sewu, maupun renovasi rumah tidak layak huni. Sementara itu untuk bakti sosial kesehatan berupa pengobatan gratis dengan memberikan pelayanan terhadap 1.280 pasien dengan berbagai penyakit.
     
Untuk mendukung baksos kesehatan gratis ini, Dinas Kesehatan Lantamal V melibatkan sedikitnya 40 tenaga medis dan para medis. Tim juga dibantu tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Paguyuban Medikal Kediri (PMK) dengan menerjunkan beberapa dokter spesialis seperti penyakit dalam, mata, bedah, urologi dan obgyn. Selain itu, juga terdapat  dokter umum, perawat umum, perawat sunat/ bedah dan bidan.
     
Sementara itu, untuk pelayanan gratis di antaranya untuk pengobatan umum, khitan/ sunat, bedah minor, KB (pemasangan implant, iud), pemeriksaan laboratorium, donor darah, pemeriksaan dan penyuluhan gigi, pemeriksaan pap smear bagi peserta BPJS dan Askes, pelayanan kaca mata baca grati, dan pengobatan akupuntur.
     
Sedangkan, untuk material kesehatan termasuk rumah sakit lapangan, obat-obatan, meja ginekologi, USG mobile, dan beberapa alat kesehatan lainnya merupakan peralatan yang dimiliki dan disiapkan TNI AL. Namun, terdapat sejumlah fasilitas dari PMK dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kediri termasuk tempat pengobatan gratis yang dipusatkan di Stadion Canda Bhirawa dan sekolah MTsN Pare. (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.01 seconds memory usage: 0.6 MB