Sabtu, 29 Juli 2017

Bupati Bojonegoro Minta Pelajar Tangguh Hadapi Bencana

id Bupati Bojonegoro Suyoto, Sekolah di Bojonegoro, Dinas pendidikan, Pemkab Bojonegoro, masuk sekolah para siswa, seragam sekolah,
Bupati Bojonegoro Minta Pelajar Tangguh Hadapi Bencana
Upacara di sebuah SDN di Bojonegoro di awal masuk sekolah, Senin (17/7). (Slamet Agus Sudarmojo)
Mengingat kita hidup di Bojonegoro yang pada musim kemarau dan hujan selalu ada bencana, maka, kalian juga harus bersiap menjadi orang yang tangguh dalam menghadapinya
Bojonegoro (Antara Jatim) - Bupati Bojonegoro Suyoto meminta para pelajar di daerahnya tangguh, bahkan unggul  dalam menghadapi bencana, baik banjir di musim hujan maupun kekeringan di musim kemarau dengan memperhitungkan kondisi daerah.

"Mengingat kita hidup di Bojonegoro yang pada musim kemarau dan  hujan selalu ada bencana, maka, kalian juga harus bersiap menjadi orang yang tangguh dalam menghadapinya," katanya dalam sambutannya di awal masuk sekolah setelah libur Lebaran, Senin.

Sambutan orang nomor satu di Bojongoro itu, juga dibacakan kepala desa (kades) atau yang mewakili di wilayah lembaga pendidikan SDN, juga SLTP dan SLTA di daerahnya setempat.

Untuk itu, kata dia, para pelajar harus memiliki keterampilan agar mampu menghadapi bencana, dengan memperhitungkan  alam menjadi bahan pengalaman, pembelajaran, dan sasaran untuk diperbaiki bersama-sama.

Dengan pendidikan yang berdasar pada dunia nyata, kata dia, menantang keterampilan hidup dan berkembang bersama untuk menciptakan kehidupan lingkungan yang lebih baik secara nyata.

Lebih lanjut ia menjelaskan  tujuan utama pendikan yakni menumbuhkan seluruh potensi anak anak karena sejarah membuktikan setiap anak punya peluang sukses asalkan menemukan kekuatan dirinya dan mampu menyiapkan keterampilan hidup.

Oleh karena itu para pelajar  jangan hanya berhenti mempertanyakan cita-cita formal seperti menjadi pegawai, dokter, tentara, bupati dan yang sejenisnya.

"Bagi orang tua wali murid, menemani putra-putrinya ke sekolah adalah sesuatu yang luar biasa karena secara khusus meluangkan waktunya," ucapnya menegaskan.

Menurut dia, kelak  di akhirat semua akan dimintai pertanggungjawaban termasuk  yang telah dilakukan demi masa depan putra-putrinya.

"Kita semua kelak di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah kita lakukandemi masa depan putra-putri kita tercinta," katanya menegaskan.

Seorang guru SDN Samberan di Desa Samberan, Kecamatan Kanor, Nur Hidayati menjelaskan di hari pertama masuk sekolah diawali dengan upacara yang dengan peserta semua siswa termasuk siswa baru termasuk orang tua/wali murid termasuk jajaran perangkat desa. (*)




Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0102 seconds memory usage: 0.58 MB