Kamis, 23 November 2017

Siswa Baru SDM 18 Lepaskan Puluhan Balon saat MPLS

id SD Muhammadiyah 18, MPLS, lepaskan puluhan balon
Siswa Baru SDM 18 Lepaskan Puluhan Balon saat MPLS
Siswa baru SD Muhammadiyah 18 Surabaya melepaskan puluhan balon sebagai simbol gantungkan cita-cita setinggi langit pada saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin. (Istimewa)
"Hal ini juga dilakukan sebagai adaptasi lingkungan dan pola belajar bagi siswa baru. Agar murid-murid gemar bersekolah, kami sengaja memilih sesuatu yang bisa disenangi oleh anak-anak ini dan semoga dengan pelepasan balon ini cita-cita mereka bisa terwujud," kata Ainul Rofiq.
Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 90 siswa kelas I SD Muhammadiyah (SDM) 18 Surabaya melepaskan puluhan balon pada  Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau hari pertama masuk sekolah, Senin, sebagai simbol agar siswa baru dapat menggantungkan cita-citanya setinggi langit.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 18 Surabaya Ainul Rofiq mengatakan MPLS tahun ini sengaja dilakukan agar siswa baru lebih ceria dan semangat bersekolah dengan memperhatikan kesukaan para siswa-siswi, seperti menerbangkan balon warna-warni yang sudah disiapkan oleh sekolah.

"Hal ini juga dilakukan sebagai adaptasi lingkungan dan pola belajar bagi siswa baru. Agar murid-murid gemar bersekolah, kami sengaja memilih sesuatu yang bisa disenangi oleh anak-anak ini dan semoga dengan pelepasan balon ini cita-cita mereka bisa terwujud," kata Ainul Rofiq.
 
Puluhan siswa kelas I itu berjajar rapih membentuk barisan memadati lapangan sekolah. Didampingi para orang tua dan dibimbing guru dan mereka saling sapa sembari memegang balon yang bertuliskan biodata dan cita-citanya yang siap dilepaskan ke udara.

Setelah itu mereka berbaris membentuk angka 18, sebagai simbol sekolah sambil mengangkat kertas berwarna-warni.

"Atribut yang digunakan saat MPLS ini sudah disiapkan dari sekolah, jadi mereka hanya datang kesekolah hanya dengan rasa gembira saja," kata Ainul.

Selain mengombinasikan antara belajar dan bermain kepada murid kelas satu, pihak sekolah juga menerapkan membaca, menulis dan berhitung (calistung) sebagai upaya pemetaan minat belajar siswa.

"Calistung ini insya Allah tidak memberatkan dan memaksakan bagi para siswa tapi hanya untuk pemetaan saja, pada pemetaan kemarin 90 persen sudah bisa membaca menulis. Targetnya kelas III sudah bisa calistung," katanya.(*)

Editor: Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0133 seconds memory usage: 0.58 MB