Minggu, 24 September 2017

Difabel Jember Tuntut Sanksi Tegas Pelaku Perundungan Mahasiswa Autis

id difabel, difabel jember, bullyng mahasiswa berkebutuhan khusus,
Difabel Jember Tuntut Sanksi Tegas Pelaku Perundungan Mahasiswa Autis
Foto dok. Seorang difabel Kusbandono menunjukkan tuntutannya dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional di depan Kantor Pemkab Jember. (Zumrotun Solichah)
FPD Jember juga meminta Kemeterian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera mengimplementasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, salah satunya dengan cara mendesak kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk segera mendirikan Pusat Layanan Disabilitas
Jember (Antara Jatim) - Forum Peduli Disabilitas (FPD) Kabupaten Jember, Jawa Timur mengecam keras tindakan  "bullying" (perundungan) terhadap mahasiswa autis dan menuntut sanksi yang tegas kepada pelaku bullying yang dikabarkan terjadi di Kampus Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat.

"Kami sangat mengutuk keras perilaku mahasiswa yang melakukan 'bullying' terhadap mahasiswa berkebutuhan khusus di kampus setempat, apalagi video itu menjadi virus virtual (viral) di media sosial," kata Koordinator FPD Jember Kusbandono Ibrahim di Jember, Senin.

Menurutnya perilaku terhadap mahasiswa penyandang disabilitas telah dipertontonkan secara sengaja oleh kaum intelektual dalam lingkungan civitas akademika di Universitas Gunadarma Depok, bahkan diunggah di media sosial dan menjadi viral.

"Kami penyandang disabilitas Jember dan masyarakat yang tergabung FPD Jember mengutuk keras tindakan tersebut karena  sangat bertentangan dengan nilai-nilai dasar kemanusiaan. Kami menuntut kepada pihak Universitas Gunadarma memberikan sanksi tegas kepada para pelaku bullying itu," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya meminta Rektor Universitas Gunadarma meminta maaf kepada publik secara terbuka atas kelalaiannya dalam membina civitas akademika setempat, sehingga peristiwa tersebut terjadi.

"Pihak Universitas Gunadarma juga harus melakukan upaya-upaya preventif, agar hal-hal tersebut tidak terulang kembali di kampus setempat," ucap mantan aktivis mahasiswa Universitas Jember itu.

Kusbandono berharap Kementerian Sosial melakukan rehabilitasi secara menyeluruh terhadap korban yang di-bully oleh mahasiswa tersebut.

"FPD Jember juga meminta Kemeterian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk segera mengimplementasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas, salah satunya dengan cara mendesak kepada seluruh perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk segera mendirikan Pusat Layanan Disabilitas," katanya.

Sebelumnya media sosial kembali diramaikan oleh video yang menjadi viral yang diunggah di akun Instagram @thenewbikingregtan.

Dalam video itu, terlihat seorang pemuda yang berkebutuhan khusus atau autis tengah menjadi korban bullying atau perundungan dari sejumlah mahasiswa di Kampus Universitas Gunadarma Depok.(*)

Editor: Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0071 seconds memory usage: 0.58 MB