Jumat, 28 Juli 2017

Khofifah: 9 Persen Pelajar Sudah Anti-Pancasila (Video)

id Khadijah, Khofifah Indar Parawansa, pelajar, khilafah, anti pancasila
Khofifah: 9 Persen Pelajar Sudah Anti-Pancasila (Video)
Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya Khofifah Indar Parawansa melantik Kepala Sekolah baru SMA, SMP, dan SD Khadijah di sela acara acara silaturahim dan halalbihalal Yayasan Khadijah di Surabaya, Sabtu. (Edy M Yakub)
Sembilan persen pelajar sudah anti-Pancasila. Ini PR kita. Saya ketemu pelaku radikalisme yang dideportasi dari Turki, karena pelaku yang anak-anak dan ibu-ibu uty dikirim Densus ke Kemensos. PR kita adalah bagaimana masyarakat beragama tidak mudah mengafirkan. Kita bersyukur ada NU yang ajarkan tawassuth, tawazun, iktidal, dan mabadi khoiro ummah. Itu PR agar orang tidak mudah berguru kepada `gadget` yang tidak jelas sanad atau perawi. Karena kalau soal agama bisa berbahaya
Surabaya (Antara Jatim) - Ketua Umum Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan saat ini 9 persen pelajar yang ada di Indonesia sudah anti-Pancasila.

"Tantangan saat ini tidak tambah ringan. Saat mengunjungi polisi yang Shalat Isya di Masjid Falatehan, saya ketemu dua polisi yang jadi korban, ternyata pelaku mengatai 'kamu toghut kok sholat di masjid, saya anti-Pancasila tapi kamu toghut'. Jadi, ada perspektif keumatan yang harus diluruskan karena shalat kok dikafirkan," kata Menteri Sosial itu dalam acara silaturahim dan halalbihalal Yayasan Khadijah di Surabaya, Sabtu.






Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu mengatakan sekolah di limgkugan Yayasan Khadijah merupakan sekolah yang dicitakan menjadi pesantren kota untuk proses "tafaqquh fid din" (penegakan agama).

"Sembilan persen pelajar sudah anti-Pancasila. Ini PR kita. Saya ketemu pelaku radikalisme yang dideportasi dari Turki, karena pelaku yang anak-anak dan ibu-ibu uty dikirim Densus ke Kemensos. PR kita adalah bagaimana masyarakat beragama tidak mudah mengafirkan. Kita bersyukur ada NU yang ajarkan tawassuth, tawazzun, iktidal, dan mabadi khoiro ummah. Itu PR agar orang tidak mudah berguru kepada `gadget` yang tidak jelas sanad atau perawi. Karena kalau soal agama bisa berbahaya," tuturnya.

Sebagai ketua yayasan, Khofifah memberikan penguatan kepada para guru, memastikan para guru, entah itu kimia, biologi atau fisika harus membangun sinergitas di antara program-program yang punya penguatan keagamaan dengan program yang terkait dengan bidang studi.

"Untuk itu, guru yang mengajar gravitasi, juga mengajarkan proses gravitasi itu dari Tuhan," katanya.

Ia menegaskan, saat ini penguatan agama di Khadijah sudah berjalan jadi tidak perlu lagi mendiskusikan soal "Full Day School".

Dalam ceramah halalbihalal, ulama muda Surabaya Habib Abdurrahman Al-Attas menyampaikan nabi sudah menggambarkan orang yang tahu agama tapi mudah mengafirkan karena belajar agama tanpa guru.

"Nabi Muhammad bangun yang pertama adalah masjid, bukan rumah. Artinya, ilmu agama itu penting," kata dia.

Dia mewanti-wanti untuk waspada dengan ilmu agama yang berasal dari gawai karena rujukan ilmiahnya tidak jelas, karena itu pendidikan agama merupakan hal yang penting.

"Yang juga penting doakan umat untuk kawal akhlak umat agar mereka belajar Al Quran tapi isi Al Quran bisa masuk ke hatinya sehingga tidak  hanya paham alquran tapi tetap mudah mengkafirkan," ujarnya.(*)

Video oleh: Edy M Yakub

Editor: Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga

Generated in 0.0095 seconds memory usage: 0.58 MB