Kasal Tekankan Kepemimpinan pada 94 Wisudawan AAL

id wisuda, aal, angkatan, 62, 2017

Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL) Laksamana Muda TNI Wuspo Lukito (tengah) melakukan inspeksi pasukan disela-sela upacara Parade Surya Senja di Lapangan Arafuru AAL, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (11/7). (Antara Jatim/M Risyal Hidayat/zk/17)

Surabaya (Antara Jatim) - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi mewisuda 94 Sarjana Sains Terapan Pertahanan Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke- 62 dengan menekankan masalah kepemimpinan yang akan menanti dalam tugas mereka ke depan.  
     
"Para wisudawan ini adalah taruna yang masuk AAL pada tahun ajaran 2012/ 2013. Angkatan mereka ada 100 taruna tapi yang berhasil diwisuda hanya 94 orang," ucap Kasal kepada wartawan di sela prosesi wisuda di Surabaya, Rabu. 
     
Artinya, menurut dia, mereka yang diwisuda pada hari ini adalah para taruna AAL yang benar-benar berkualitas, baik dari segi moral, perilaku dan ilmu pengetahuannya. 
     
"Kami mendidik mereka selama 4 tahun dengan 'leadership' atau kepemimpinan yang lebih bagus. Setelah lulus, mereka akan menjadi perwira dan memiliki anak buah," ujarnya.
     
Karenanya Kasal Ade Supandi mengingatkan tanggung jawab kepemimpinan menjadi bagian dari pemikiran para wisudawan AAL ke depan.
     
"Apa yang akan mereka pikirkan akan dilaksanakan oleh anak buah. Jangan sampai pelaksanaan di lapangan mementingkan diri sendiri karena apa yang diucap akan dilaksanakan oleh bawahan," tuturnya. 
     
Selain itu, Ade menambahkan, kepemimpinan yang akan mereka terapkan ke depan tentu  berbeda dengan kepemimpinan yang telah dijalankan oleh para seniornya saat ini. 
     
"Kepemimpinan ke depan sarat dengan perkembangan teknologi yang juga harus dikuasai oleh para wisudawan AAL saat ini," ucapnya.
     
Wisudawan AAL terbaik angkatan ke- 62 diraih oleh Samsul Huda. Anak seorang petani asal Babat, Lamongan, Jawa Timur, itu menulis skripsi berbahasa Inggris berjudul "Allies Optimization Based Ship Building PLC". 
     
Lulusan SMAN 1 Babat Lamongan itu sempat menganggur setahun karena umurnya belum mencukupi. Pada saat pendaftaran AAL tahun berikutnya dia gagal lulus. 
     
"Tapi saya tidak patah semangat karena cita-cita saya memang menjadi periwa TNI AL. Jadi saya mendaftar lagi pada tahun berikutnya dan alhamdulillah diterima di AAL angkatan ke- 62, tahun ajaran masuk 2012/2013," katanya.
     
Samsul merasa bangga dinobatkan menjadi lulusan terbaik AAL angkatan ke- 62. 
     
"Ini adalah penghargaan bagi diri saya, keluarga, TNI, TNI AL, bangsa dan negara. Bagi saya ini bukan semata penghargaan yang saya terima. Melainkan saya diberi tanggung jawab yang akan saya emban amanat ini dalam tugas-tugas ke depan," ucapnya. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar