Disnaker Tulungagung Kembangkan Kewirausahaan Keluarga TKI

id TKI, wirausaha, ekonomi, tulungagung, destyan

Disnaker Tulungagung Kembangkan Kewirausahaan Keluarga TKI

ilustrasi (dok antara jatim)

"Sudah ada 150-an TKI sukses kami kumpulkan. Kami kompilasi berdasar keahlian masing-masing dan mulai membuat perencanaan usaha di sejulah bidang dengan terlebih dulu membentuk wadah berupa koperasi TKI yang terorganisir secara baik," kata Yumar.
Tulungagung (Antara Jatim) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengakomodasi ratusan mantan TKI sukses asal daerah tersebut untuk membangun jaringan kewirausahaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka pengangguran.
    
"Wadah baru ini diisi oleh TKI dan mantan TKI yang sudah sukses di luar negeri maupun telah mandiri mengembangkan kewirausahaan di Tulungagung," kata Kepala Disnaker Tulungagung Yumar di Tulungagung, Rabu.
    
Ia mengatakan, sasaran pembentukan koperasi TKI adalah pemberdayaan keluarga dan mantan tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang telah kembali di daerah asalnya, Tulungagung.
    
Selain bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap peluang kerja sebagai tenaga kasar atau pekerja rumah tangga di luar negeri, Yumar mengatakan wadah kewirausahaan tersebut bisa menjadi ajang pemberdayaan bagi keluarga TKI yang di rumah, baik istri maupun anggota keluarga lainnya.
    
"Nantinya diharapkan keluarga TKI yang di rumah tidak hanya menunggu kiriman uang dari luar negeri, tapi juga aktif berproduksi menghasilkan uang," kata Yumar.
    
Yumar menyebut ada sejumlah program ekonomi yang telah dipersiapkan, seperti budi daya ikan sidat (penangkaran ikan jenis belut laut di air tawar) untuk kebutuhan ekspor ke Jepang, pertanian/perkebunan sayuran dengan konsep hidroponik, peternakan unggas Jawa untuk ekspor sekaligus pengelolaan produksi mulai hulu hingga hilir.
    
Menurut Yumar, seluruh usaha tersebut saat ini sudah mulai dikembangkan dengan sasaran sejumlah keluarga TKI dan mantan TKI.
    
Pelatihan dan prkatik langsung juga intensif dilakukan dengan melibatkan para TKI/mantan TKI sukses yang dihadirkan dari luar negeri maupun yang telah pulang ke Tulungagung, katanya.
    
"Sudah ada 150-an TKI sukses kami kumpulkan. Kami kompilasi berdasar keahlian masing-masing dan mulai membuat perencanaan usaha di sejulah bidang dengan terlebih dulu membentuk wadah berupa koperasi TKI yang terorganisir secara baik," kata Yumar.
    
Doni, yang pernah cukup lama pergi melanjutkan pendidikan dan bekerja ke Jepang merupakan salah satu mantan TKI sukses yang saat ini menjadi penggagas budi daya ikan sidat di Tulungagung.
    
Potensi benih ikan sidat yang berlimpah di pesisir Tulungagung menurutnya sangat potensial untuk dikembangkan di penangkaran air tawar untuk selanjutnya dilakukan program penggemukan untuk memenuhi kebutuhan ekspor ke Jepang.
    
"Sudah ada beberapa kluster yang segera panen dan hasil budi daya dikirim ke Jepang. Sudah ada yang siap menampung di luar negeri dengan harga jual cukup tinggi. Ini potensi yang sangat layak untuk dikembangkan di Tulungagung maupun beberapa daerah lain di Indonesia termasuk Bali yang saat ini sedang berjalan," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar